<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192578</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127121428</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS MIGRSI TENAGA KERJA TERAMPIL (BRAIN DRAIN) DI KOTA  AMBON PROVINSI MALUKU /</subfield>
      <subfield code="c">Huka, Adrianus Louse</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Huka, Adrianus Louse</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20179</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Hutasoi, Imelda</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">331.159 852 22</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">331.159 852 22  HUK a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">tenaga kerja</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Migrasi tenaga kerja terampil (brain drain) di Kota &#13;
Ambon merupakan tantangan signifikan bagi pembangunan daerah, namun belum terdapat &#13;
penelitian komprehensif yang mengkaji faktor pendorong dan dampaknya secara multidimensi &#13;
dalam konteks sosial-ekonomi khusus Indonesia Timur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan &#13;
menganalisis pola, determinan, dan dampak migrasi tenaga kerja terampil di Kota Ambon &#13;
menggunakan kerangka multidimensi yang mengkaji faktor predisposisi, proksimal, &#13;
presipitasi, dan mediasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposeful maximal variation sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data &#13;
dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 26 informan kunci yang mewakili pejabat &#13;
pemerintah, tenaga terampil yang bermigrasi, dan pemangku kepentingan pendidikan, &#13;
dilengkapi dengan metode dokumentasi dan observasi. Hasil/Temuan: Penelitian &#13;
mengidentifikasi peningkatan migrasi tenaga terampil sebesar 12% per tahun (2019-2023), &#13;
terutama pada sektor kesehatan (35%), teknologi informasi (25%), pendidikan (20%), dan &#13;
teknik (15%). Faktor determinan utama meliputi keterbatasan struktural ekonomi (penyerapan &#13;
sektor formal 45% vs. 62% rata-rata nasional), disparitas upah signifikan (hingga 40-50% &#13;
untuk tenaga spesialis), terbatasnya jenjang karir, infrastruktur digital tidak memadai &#13;
(bandwidth 10 Mbps vs. 50-100 Mbps di kota besar), dan kebijakan retensi yang belum efektif. &#13;
Kesimpulan: Brain drain di Kota Ambon berakar pada faktor struktural, ekonomi, dan &#13;
institusional yang kompleks, memerlukan intervensi kebijakan komprehensif berfokus pada &#13;
diversifikasi ekonomi, peningkatan infrastruktur digital, manajemen talenta terarah, dan &#13;
penguatan kapasitas institusional untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi &#13;
profesional terampil. &#13;
Kata kunci: Brain Drain, Migrasi Tenaga Kerja Terampil, Kesenjangan Pembangunan</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
