<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192590</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127014228</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001035</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERAN KEPALA SUKU DALAM MENGANTISIPASI KONFLIK SOSIAL PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN JAYAWIJAYA /</subfield>
      <subfield code="c">PARAGAYE, YUAN LAORENS</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">PARAGAYE, YUAN LAORENS</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24840</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Gasper Liauw</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">306.209 598 816</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">306.209 598 816  PAR p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sosialisasi Politik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di&#13;
Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, masih menghadapi potensi konflik sosial yang&#13;
cukup tinggi. Meskipun terdapat sistem pemilihan berbasis kearifan lokal yaitu sistem noken yang&#13;
dipimpin oleh kepala suku, konflik horizontal antar pendukung, kekerasan, dan aksi massa masih kerap&#13;
terjadi. Peran kepala suku sebagai pemimpin informal yang dihormati di masyarakat adat belum&#13;
sepenuhnya terintegrasi secara optimal dalam upaya mitigasi konflik sosial selama Pilkada. Padahal,&#13;
kepala suku memiliki otoritas sosial dan budaya yang kuat untuk mengarahkan masyarakat. Tujuan:&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala suku dalam mengantisipasi konflik sosial pada&#13;
Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Jayawijaya Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
deskriptif kualitatif karena dinilai paling tepat untuk menggali secara mendalam makna, peran, dan&#13;
dinamika sosial yang dijalankan oleh kepala suku dalam konteks Pilkada di Kabupaten Jayawijaya.&#13;
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih&#13;
secara purposif, yaitu kepala suku, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, dan penyelenggara pemilu,&#13;
karena mereka memiliki pengalaman langsung dan peran penting dalam proses demokrasi lokal.&#13;
Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola makna dalam narasi&#13;
informan, serta dilengkapi dengan teknik triangulasi untuk meningkatkan validitas dan memastikan&#13;
temuan yang dihasilkan mencerminkan kondisi riil di lapangan secara objektif dan kredibel.&#13;
Hasil/Temuan: Penelitian ini menemukan bahwa kepala suku di Kabupaten Jayawijaya memiliki peran&#13;
sentral dalam mengantisipasi konflik sosial selama pemilihan kepala daerah melalui empat fungsi&#13;
utama, yaitu memberi arah sosialisasi politik, mewariskan nilai dan norma adat, mempererat solidaritas&#13;
kelompok, serta melakukan pengendalian sosial. Kepala suku tidak hanya memahami norma adat dan&#13;
sistem demokrasi lokal seperti noken, tetapi juga berperan sebagai penengah konflik dengan tetap&#13;
menjaga netralitas. Kesimpulan: Peran kepala suku dalam mengantisipasi konflik sosial pada Pilkada&#13;
di Kabupaten Jayawijaya tergolong strategis namun belum diberdayakan secara maksimal. Dibutuhkan&#13;
sinergi antara pemerintah, penyelenggara pemilu, dan lembaga adat untuk memperkuat posisi kepala&#13;
suku dalam menjaga stabilitas sosial selama proses demokrasi berlangsung.&#13;
Kata Kunci: Kepala Suku, Konflik Sosial, Pilkada, Sistem Noken, Jayawijaya</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
