<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192591</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127014712</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001036</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MENGANTISIPASI KONFLIK PADA PEMILIHAN WALI KOTA JAMBI 2024 /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Ikhsan Irwansyah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Ikhsan Irwansyah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24594</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Taslim Djafar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324 095 981 5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324 095 981 5  MUH c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemilihan Umum</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan&#13;
salah satu pilar demokrasi di Indonesia, namun rawan menimbulkan konflik sosial dan politik.&#13;
Meskipun pendekatan collaborative governance telah banyak digunakan dalam berbagai sektor&#13;
kebijakan publik, kajian tentang penerapannya dalam konteks antisipasi konflik pilkada,&#13;
khususnya di Kota Jambi menjelang Pilkada 2024, masih sangat terbatas. Kesenjangan inilah&#13;
yang menjadi dasar perlunya penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis implementasi collaborative governance dalam mengantisipasi konflik pada&#13;
Pemilihan Wali Kota Jambi 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif&#13;
dengan desain studi kasus di Kota Jambi. Kerangka teori Collaborative Governance dari Ansell &#13;
dan Gash (2008) digunakan untuk mengkaji pola kerja sama antara pemerintah, penyelenggara&#13;
pemilu, aparat keamanan, tokoh masyarakat, media, dan akademisi. Data dikumpulkan melalui&#13;
wawancara mendalam terhadap delapan informan kunci, dokumentasi, dan studi literatur.&#13;
Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan&#13;
penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa penerapan collaborative&#13;
governance belum sepenuhnya efektif dalam mengantisipasi konflik Pilkada. Meskipun telah&#13;
dibentuk forum komunikasi lintas sektor dan dilaksanakan dialog tatap muka antaraktor,&#13;
partisipasi beberapa kelompok masih rendah dan akses terhadap informasi belum merata.&#13;
Dimensi proses kolaborasi seperti dialog tatap muka dan saling memahami berjalan cukup baik,&#13;
dengan hasil sementara berupa suasana sosial yang kondusif dan minimnya laporan konflik&#13;
terbuka. Faktor-faktor penentu keberhasilan meliputi komitmen terhadap proses, desain&#13;
kelembagaan yang inklusif, serta riwayat kerja sama antar lembaga yang positif. Kesimpulan:&#13;
Kolaborasi lintas aktor melalui pendekatan collaborative governance berpotensi mencegah&#13;
konflik dalam pilkada apabila didukung oleh kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan&#13;
yang terbuka, dan komunikasi yang transparan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan&#13;
kapasitas kelembagaan, literasi politik masyarakat, serta penguatan sistem peringatan dini&#13;
konflik untuk mendukung keberlanjutan kolaborasi yang damai dan demokratis dalam Pilkada&#13;
Wali Kota Jambi 2024.&#13;
Kata kunci: collaborative governance, konflik pilkada, pemilihan wali kota</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
