<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192620</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128085808</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001065</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Fernando Yosua Rombe</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Fernando Yosua Rombe</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Lubis, Bertha</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 395 159</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 395 159 FER k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Bencana banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tingginya indeks risiko bencana banjir di Kabupaten Merauke yang menuntut kesiapsiagaan masyarakat maksimal dalam menghadapi potensi bencana. Ancaman bencana banjir menjadi isu serius yang berpotensi menimbulkan dampak besar di Kabupaten Merauke. Namun, di sisi lain, kesiapsiagaan masyarakat masih tergolong kurang optimal, menjadikan Kabupaten Merauke sebagai peringkat 2 daerah dengan ketahanan paling lemah dalam menghadapi bencana di Pulau Papua. Upaya penanggulangan bencana yang dilakukan belum sepenuhnya optimal, terutama dalam upaya yang melibatkan antar sektor. Tujuan: Mengetahui dan mendeskripsikan kesiapsiagaan Masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri atas wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 8 informan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat alokasi dana khusus untuk mengatasi kebencanaan di Kabupaten Merauke. Sehingga dana yang digunakan ketika terjadinya bencana adalah dana tak terduga yang dikelola oleh BPKAD hambatan lainnya juga ialah kurangnya sistem peringatan dini yang baik dan dapat secara real time diterima masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatanhambatan tersebut adalah dengan peningkatan alokasi anggaran dan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur yang memadai. BPBD Kabupaten Merauke juga membantu membangun infrastruktur yang dapat membantu masyarakat mempersiapkan diri untuk menghadapi banjir. Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan dan memperkuat sistem drainase, membangun fasilitas evakuasi yang lebih baik, dan memastikan adanya akses yang memadai untuk distribusi bantuan saat bencana. Kesimpulan: Kesiapsiagaan Masyarakat di Kabupaten Merauke telah menunjukkan hasil yang cukup baik meskipun masih memerlukan perbaikan lebih lanjut dalam empat dimensi kesiapsiagaan. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Masyarakat, Banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
