<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192623</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128090331</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001068</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERLINDUNGAN SOSIAL PADA PEREMPUAN DAN ANAK KORBAN KEKERASAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Husna Hajar Nur Haitami</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Husna Hajar Nur Haitami</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Abdul Rahman</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.835 982 6</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.835 982 6 HUS p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Permasalahan dan Layanan kepada Wanita dan Perempuan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dan anak merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan masih tinggi jumlahnya di Indonesia, khususnya di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perlindungan sosial pada korban kekerasan rumah tangga, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, serta teori perlindungan sosial dari Sabates-Wheeler dan Devereux yang meliputi dimensi protektif, preventif, promotif, dan transformatif. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun berbagai layanan seperti pengaduan, rehabilitasi sosial dan hukum telah tersedia, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan rumah aman, kurangnya transformasi kebijakan, serta tantangan dalam koordinasi antar lembaga. Upaya yang dilakukan seperti pembentukan pusat layanan terpadu, penyediaan hotline pengaduan, serta sosialisasi di tingkat desa dan sekolah. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi perumusan kebijakan perlindungan perempuan dan anak di tingkat lokal. Kata Kunci: KDRT, Perempuan dan Anak, Perlindungan Sosial</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
