<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192626</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128091101</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001071</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING DI DESA PACING KECAMATAN PADAS KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Daffa Fadila Satriatama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Daffa Fadila Satriatama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21892</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ismunarta</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.859 828 33</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.859 828 33 DAF c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Masalah Kurang Gizi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP): Di Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi angka prevalensi stunting belum sesuai dengan target RPJMN 2020–2024 sebesar 14%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam upaya penurunan stunting di Desa Pacing, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi langsung di lapangan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses&#13;
Collaborative Governance telah diterapkan melalui tiga tahapan penting, yaitu dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan komitmen bersama. Keterlibatan aktif dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), bidan desa, kader Posyandu, PKK, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam pelaksanaan program. Namun demikian, masih ditemukan kendala seperti komunikasi lintas sektor yang belum optimal, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, rendahnya literasi masyarakat, serta belum terlibatnya sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas Collaborative Governance di Desa Pacing, disarankan adanya pelibatan lebih luas dari sektor swasta melalui CSR, penyusunan SOP khusus di tingkat desa yang mengatur mekanisme kolaborasi, serta penguatan kapasitas SDM lokal dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media komunikasi dan edukasi yang lebih luas.&#13;
Kata Kunci: Collaborative Governance, Stunting, Kolaborasi, Desa Pacing, Pemerintah Daerah</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
