<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192627</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128091124</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001072</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS KESIAPAN INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENUNJANG PENERAPAN E-GOVERNMENT DENGAN FRAMEWORK COBIT 2019 :</subfield>
      <subfield code="b">(Studi Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kupang  Provinsi Nusa Tenggara Timur) /</subfield>
      <subfield code="c">Raiden A.N. Fuy</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Raiden A.N. Fuy</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22464</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rozali Ilham</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">006.759 868 62</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">006.759 868 62  RAI a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Infrastruktur Teknologi Informasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penerapan e-government di Indonesia telah menjadi bagian penting dari reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik. Namun, banyak pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam kesiapan infrastruktur teknologi informasi (TI), terutama di daerah pinggiran seperti Kabupaten Kupang. Keterbatasan jaringan internet, minimnya perangkat pendukung, dan lemahnya kapasitas sumber daya manusia menjadi hambatan utama.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis infrastruktur TI dalam mendukung penerapan e- government di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kupang menggunakan framework COBIT 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan konvergen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kusioner, observasi, dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Analisis kesiapan dilakukan dengan mengukur 13 proses tata kelola TI berdasarkan COBIT 2019 dalam skala kapabilitas (capability levels) dengan process assessment model (PAM). Hasil/Temuan: Keadaan infrastruktur TI masih membutuhkan perbaikan dan peningkatan dari segi jaringan, perangkat dan sumber daya pendukung, hal ini bisa dilihat juga dari proses penilaian tingkat kapabilitas dengan framework COBIT 2019 menunjukkan bahwa sebagian besar proses yaitu APO07, APO12, APO13, BAI06, BAI10, DSS01, DSS03, DSS05 dan MEA01) berada pada Level 1 (performed), dua proses yaitu APO01 dan BAI09 berada pada Level 2 (managed), dan dua proses lainnya yaitu EDM04 dan BAI04 pada Level 0 (incompleted). Tidak ada proses yang mencapai Level 3 sebagai standar minimal kesiapan. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan realitas kesiapan TI yang dinilai.Kesimpulan: Kesiapan infrastruktur TI di Kabupaten Kupang belum memadai untuk mendukung e-government secara optimal. Diperlukan penguatan kapasitas &#13;
SDM, investasi infrastruktur, serta perbaikan tata kelola dan kebijakan internal berbasis prinsip &#13;
COBIT 2019. &#13;
Kata Kunci: Tata Kelola TI, Infrastruktur TI, E-government, COBIT 2019</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
