<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192633</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128092957</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001078</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KOMITMEN ORGANISASIONAL APARATUR SIPIL NEGARA DI DAERAH OTONOMI BARU :</subfield>
      <subfield code="b">(STUDI KASUS ASN PADA BIRO ORGANISASI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN) /</subfield>
      <subfield code="c">Enambere, Anis Weko</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Enambere, Anis Weko</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24677</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Azharisman Rozie</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.140 959 881</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.140 959 881 ENA k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Otonomi daerah di papua (provinsi)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Komitmen organisasional merupakan aspek penting dalam membentuk kinerja dan loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama di daerah otonomi baru yang masih dalam tahap pembangunan awal seperti Provinsi Papua Pegunungan. Keterbatasan infrastruktur, akses digital, serta sistem birokrasi yang belum matang menjadi tantangan besar dalam menciptakan ASN yang berkomitmen tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan bentuk komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian menemukan bahwa ASN menunjukkan komitmen yang baik ditunjukkan dalam 3 dimensi yang digunakan menunjukkan hasil yang baik. Dimensi komitmen afektif melalui keterlibatan emosional, loyalitas, dan keinginan berkarier di organisasi. Komitmen normatif tercermin dari kesadaran moral, partisipasi aktif, dan kepatuhan terhadap regulasi. Sementara itu, komitmen kontinu muncul karena pertimbangan rasional terhadap&#13;
stabilitas kerja, lingkungan yang suportif, dan prospek pengembangan diri. Kesimpulan: Komitmen organisasional ASN di Biro Organisasi Provinsi Papua Pegunungan terbentuk kuat meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Untuk itu perlu Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan perlu memprioritaskan pengembangan kompetensi ASN melalui pelatihan dan bimbingan teknis, menerapkan sistem insentif berbasis kinerja dan loyalitas, serta meningkatkan sarana prasarana kerja, termasuk digitalisasi sistem informasi pemerintahan, guna memperkuat kapasitas, motivasi, dan efektivitas kerja ASN di daerah otonomi baru.&#13;
Kata Kunci: Komitmen Organisasional, ASN, Daerah Otonomi Baru</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
