<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192634</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128092959</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001079</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">DAMPAK PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DI KELURAHAN RANOTANA WERU KECAMATAN WANEA KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Korompis, Imanuel Anugerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Korompis, Imanuel Anugerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">24 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/24197</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dwi Indah Kartika</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">361.095 984 241</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">361.095 984 241  KOR d</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kesejahteraan Sosial</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan: Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui bantuan pangan. Namun, pelaksanaan program ini di Kelurahan Ranotana Weru, Kecamatan Wanea, Kota Manado, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidaktepatan sasaran, keterlambatan distribusi, serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat penerima. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program BPNT serta menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma postpositivistik untuk memahami implementasi dan dampak program BPNT terhadap kesejahteraan sosial masyarakat di Kelurahan Ranotana Weru. Kerangka konseptual yang digunakan adalah Teori Kesejahteraan Sosial Midgley serta model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan teknik triangulasi. untuk menjamin validitas. Informan dalam penelitian ini berjumlah 28 orang, terdiri dari Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Camat Wanea, Lurah Ranotana Weru, Koordinator BPNT Kota Manado, tiga agen kios penyalur BPNT, dan 20 masyarakat penerima manfaat. Kepala Dinas Sosial dipilih sebagai informan kunci karena perannya yang strategis dalam merumuskan kebijakan, mengelola, dan mengawasi pelaksanaan BPNT di tingkat kota. Pemilihan informan dilakukan secara purposif untuk memperoleh pandangan yang komprehensif dari pihak pengambil kebijakan hingga penerima manfaat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPNT di Kelurahan Ranotana Weru belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kualitas. Selain itu, dampak sosial yang dirasakan antara lain peningkatan ketersediaan pangan dan hubungan sosial antara masyarakat dan pemerintah. Dampak ekonomi yang timbul mencakup meningkatnya efisiensi pengeluaran rumah tangga dan bertambahnya pendapatan agen lokal. Kesimpulan: Program BPNT memberi manfaat nyata bagi masyarakat, namun pelaksanaannya perlu perbaikan terutama dalam aspek koordinasi, akurasi data penerima, dan efektivitas distribusi. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan memberikan pelatihan berkelanjutan kepada seluruh pelaksana program agar tujuan program dapat tercapai secara optimal. Kata kunci: BPNT, pelaksanaan program, dampak sosial, dampak ekonomi,&#13;
Kelurahan Ranotana Weru.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
