<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192673</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128110506</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001118</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI OLEH BPBD KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Firstnanda Arya Zacky Wicaksana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Firstnanda Arya Zacky Wicaksana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ida Yunari Ristiani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 988 331</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 988 331 FIR p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">risiko bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana gempa bumi yang tinggi akibat posisinya yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi, terbukti dari minimnya kesiapsiagaan, pengetahuan mitigasi, serta infrastruktur yang tidak tahan gempa. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pemberdayaan masyarakat Kaimana dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi oleh BPBD Kabupaten Kaimana. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat Kaimana dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi oleh BPBD Kabupaten Kaimana. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil Dan Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko masih tergolong rendah. Partisipasi masyarakat terbatas, edukasi tentang mitigasi gempa belum merata, serta fasilitas pelatihan dan simulasi masih minim. Faktor penghambat meliputi kurangnya edukasi kebencanaan, keterbatasan anggaran, serta lemahnya koordinasi kelembagaan. BPBD Kaimana telah melakukan sosialisasi dan pelatihan, namun belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara optimal. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi di Kaimana masih memerlukan intervensi yang lebih intensif dan sistematis. Disarankan agar BPBD memperluas cakupan pelatihan dan edukasi, serta pemerintah daerah mengintegrasikan pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, pengurangan risiko, bencana gempa bumi, BPBD Kaimana.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
