<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192684</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128112806</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001129</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KOORDINASI PEMERINTAHAN DALAM PENURUNAN ANGKA PENGANGGURAN DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA /</subfield>
      <subfield code="c">Kharisma Ananda</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Kharisma Ananda</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23939</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Simangunson, Fernandes</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">331.136 598 483 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">331.136 598 483 1 KHA k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kekurangan Tenaga Kerja</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP) Adanya kesenjangan antara tujuan kebijakan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan realita yang terjadi di lapangan. Terlihat dari data tingkat pengangguran secara nasional dan Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami penurunan, sedangkan Kota Kendari justru mengalami peningkatan, menjadikannya daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di provinsi tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana koordinasi pemerintahan dalam penurunan angka&#13;
pengangguran di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori oleh Hasan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Adapun informan dalam penelitian yang dilakukan penulis yaitu melibatkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota&#13;
Kendari, Pegawai Fungsional Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja, Pegawai Fungsional Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Pengusaha, Balai Pelatihan, dan Masyarakat Pengangguran. Hasil/Temuan: hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi pemerintahan dalam penurunan pengangguran di Kota Kendari telah berjalan pada sejumlah aspek penting, koordinasi dilakukan antara Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian dengan perusahaan swasta, lembaga pelatihan, dan masyarakat. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti&#13;
keterbatasan informasi yang dapat diakses masyarakat, rendahnya pengalaman kerja, masuknya pencari kerja dari luar daerah dan belum meratanya distribusi peluang kerja. Upaya mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja, pemberian layanan pendaftaran kartu AK-1, pelaksanaan job fair, kemitraan aktif dengan perusahaan dan lembaga pelatihan, serta optimalisasi platform daring. Kesimpulan: Koordinasi pemerintahan dalam penurunan angka pengangguran telah berjalan baik hingga saat ini. Seluruh indikator ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, telah melakukan upaya koordinasi secara terpadu dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari sektor pemerintahan maupun swasta. Namun masih diperlukan evaluasi dan peningkatan dari program yang telah ada, karena pada tahun 2024 angka pengangguran di Kota Kendari masih menjadi yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara.&#13;
Kata Kunci: Koordinasi Pemerintahan, Tingginya Tingkat Pengangguran, Kurangnya Lapangan Pekerjaan, Kota Kendari</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
