<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192688</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128113436</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001133</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG /</subfield>
      <subfield code="c">Ni Wayan Anjeli Swasti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ni Wayan Anjeli Swasti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">27 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22066</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mesy Faridah Hendiyani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.485 982 652</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.485 982 652 NI  c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pariwisata Berkelanjutan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian sebelumnya tentang pariwisata berbasis warisan &#13;
budaya umumnya berfokus pada pelestarian budaya atau pengelolaan lingkungan secara terpisah, dengan sedikit penekanan pada bagaimana kolaborasi multi-pemangku kepentingan memengaruhi tata kelola pariwisata berkelanjutan. Terdapat kesenjangan dalam kajian yang menganalisis peran elemen seperti visi bersama, kejelasan peran, dan pola komunikasi antaraktor dalam mendukung keberhasilan pengembangan pariwisata, khususnya di kawasan Kota Lama Semarang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik collaborative governance dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kota Lama Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian mencakup pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas lokal, dan organisasi non-pemerintah. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Collaborative Governance, yang mencakup kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang dianalisis secara tematik. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan yang ditandai dengan adanya visi bersama, pembagian peran yang jelas, serta komunikasi yang berkelanjutan menjadi faktor penting &#13;
dalam keberhasilan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Setiap dimensi tata kelola kolaboratif mulai dari kondisi awal, desain kelembagaan, hingga kepemimpinan fasilitatif—memiliki kontribusi spesifik dalam memperkuat kolaborasi. Partisipasi aktif masyarakat juga terbukti memperkuat keaslian budaya dan keberlanjutan lingkungan. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan lemahnya koordinasi lintas sektor masih menjadi hambatan utama. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan pentingnya perencanaan strategis yang inklusif dan penguatan kapasitas kelembagaan guna mendukung tata kelola pariwisata berkelanjutan yang adil dan efektif di kawasan heritage Indonesia. &#13;
Kata Kunci: Kolaborasi, pariwisata berkelanjutan, Kota Lama Semarang</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
