<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192707</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128121939</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001152</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA LUBUKLINGGAU PROVINSI SUMATERA SELATAN OLEH DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA /</subfield>
      <subfield code="c">Rara Agni Damayanti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rara Agni Damayanti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Sembiring, Uliana Ria</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.459 816 131</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.459 816 131 RAR s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">bencana banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tingginya frekuensi kejadian banjir di Kota Lubuklinggau yang belum sepenuhnya tertangani secara efektif, meskipun upaya penanggulangan telah dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana. Permasalahan ini diperparah oleh kondisi geografis berupa dataran rendah dan curah hujan tinggi, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Penelitian sebelumnya masih terbatas dalam mengkaji strategi penanggulangan secara mendalam dengan pendekatan terstruktur yang melibatkan berbagai dimensi organisasi dan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanggulangan bencana banjir di Kota Lubuklinggau oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara (10 informan), observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) untuk merumuskan strategi yang efektif dan aplikatif. Hasil/Temuan: Strategi penanggulangan yang diterapkan meliputi penguatan infrastruktur dan sarana prasarana kebencanaan, pelatihan bagi personel, serta peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, implementasi strategi masih terkendala oleh keterbatasan anggaran, kurangnya koordinasi lintas sektor, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kekurangan sumber daya manusia dan peralatan. Dinas merespons kendala tersebut dengan memperluas kerja sama antarlembaga, mengoptimalkan sistem peringatan dini, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Kesimpulan: Strategi penanggulangan bencana banjir di Kota Lubuklinggau telah berjalan cukup baik, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan. Upaya kolaboratif dan pendekatan strategis yang berkelanjutan diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Kata kunci: Strategi; Penanggulangan Bencana; Banjir; SOAR</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
