<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192723</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128011413</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001168</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERAN SATUAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM  PENYELENGGARAAN KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM SERTA  PERLINDUNGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN SIEMPAT NEMPU HULU  KABUPATEN DAIRI /</subfield>
      <subfield code="c">Panggabean, Yoga Narendra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Panggabean, Yoga Narendra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23481</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tan, Anselmus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.109 598 128 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.109 598 128 1 PAN p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keamanan dan Keselamatan Umum</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya &#13;
kesenjangan antara regulasi ideal mengenai peran Satlinmas berdasarkan Permendagri &#13;
Nomor 26 Tahun 2020 dengan realitas pelaksanaan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. &#13;
Secara ideal, Satlinmas seharusnya terdiri dari anggota usia produktif, berpendidikan layak, &#13;
serta mendapat pelatihan dan fasilitas yang memadai. Namun, di lapangan, sebagian besar &#13;
anggota berusia di atas 60 tahun, 13 orang tidak bersekolah, dan pelatihan serta dukungan &#13;
fasilitas sangat terbatas. Sementara itu, kasus gangguan ketertiban dan bencana alam terus &#13;
meningkat, menunjukkan perlunya optimalisasi peran Satlinmas secara sistemik. Tujuan: &#13;
Menganalisis peran Satlinmas dalam penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, &#13;
dan perlindungan masyarakat di Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Metode: Penelitian ini &#13;
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui &#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori peran dari &#13;
Biddle dan Thomas dalam Sarwono (2015), yang terdiri dari lima unsur: expectation &#13;
(harapan), norm (norma), performance (pelaksanaan), evaluation (penilaian), dan sanction &#13;
(sanksi). Teori ini digunakan untuk menilai kesesuaian antara harapan terhadap peran &#13;
Satlinmas dan pelaksanaannya di lapangan, serta faktor-faktor yang mendukung atau &#13;
menghambat efektivitas peran tersebut. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa secara umum peran Satlinmas belum berjalan optimal. Pada dimensi expectation, &#13;
harapan dari pemerintah agar Satlinmas menjadi pelindung utama di desa belum &#13;
sepenuhnya tercapai, meskipun terdapat praktik baik di Desa Kuta Tengah dan Lae Nuaha. &#13;
Pada dimensi norm, regulasi pendanaan dan operasional belum diterapkan sesuai aturan, &#13;
dan dukungan pemerintah daerah masih minim. Dalam hal performance, kegiatan &#13;
Satlinmas masih bersifat insidental tanpa program kerja rutin, dan sangat bergantung pada &#13;
inisiatif desa. Dimensi evaluation menunjukkan bahwa evaluasi dilakukan secara informal &#13;
oleh kepala desa dan pembina, namun belum dilengkapi sistem reward dan sanksi yang &#13;
terstruktur. Pada dimensi sanction, belum ada mekanisme sanksi formal bagi anggota yang &#13;
tidak aktif, sehingga penegakan kedisiplinan lemah. Kesimpulan: Diperlukan perhatian &#13;
serius dari pemerintah daerah dalam hal pembinaan, penyediaan fasilitas, dan kebijakan &#13;
yang mendukung profesionalisme Satlinmas. Upaya optimalisasi dapat dilakukan melalui &#13;
pelatihan berkelanjutan, evaluasi kinerja rutin, dan peningkatan koordinasi antar instansi &#13;
untuk menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan terlindungi. &#13;
Kata kunci: Satlinmas, Ketertiban Umum, Perlindungan Masyarakat</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
