<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192726</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128012041</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001171</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN SINGKIL DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Lumintang, Judha Joshua</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Lumintang, Judha Joshua</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22943</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mujahidin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 309 598 424 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 309 598 424 1  LUM p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengamanan dari Bencana Banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana banjir merupakan salah satu&#13;
permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Kecamatan Singkil, Kota Manado, dengan&#13;
total 15 kejadian banjir dan sebanyak 21.178 warga terdampak sepanjang tahun 2018–&#13;
2022. Meskipun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado telah&#13;
melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan dan simulasi&#13;
tanggap bencana, namun dari 80 kelurahan rawan banjir di seluruh kota, hanya 16 &#13;
kelurahan yang telah difasilitasi, dan di Kecamatan Singkil baru 3 dari 9 kelurahan yang&#13;
mendapatkan program tersebut. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa upaya&#13;
pemberdayaan masih belum merata dan belum optimal menyentuh seluruh wilayah yang&#13;
berisiko tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan&#13;
pemberdayaan masyarakat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota&#13;
Manado dalam mitigasi bencana banjir di Kecamatan Singkil. Metode: Penelitian ini&#13;
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh&#13;
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan kunci, seperti&#13;
Kepala Pelaksana BPBD, Camat Kecamatan Singkil, serta warga yang menjadi peserta&#13;
kegiatan mitigasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemberdayaan&#13;
masyarakat dari Jim Ife dan Frank Tesoriero yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu personal,&#13;
sosial, dan pendidikan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun&#13;
telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, partisipasi masyarakat masih terbatas, kesadaran&#13;
belum merata, dan keterampilan teknis menghadapi bencana belum memadai. Selain itu,&#13;
keterbatasan anggaran dan cakupan wilayah menjadi hambatan signifikan. Kesimpulan:&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan edukasi yang berkelanjutan,&#13;
perluasan cakupan pemberdayaan, serta pelibatan masyarakat secara lebih intensif guna&#13;
membentuk komunitas yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana banjir.&#13;
Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Mitigasi, Partisipasi, Keterampilan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
