<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192728</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128012708</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001173</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS BEBAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL SECARA ELEKTRONIK DI KANTOR KECAMATAN GENTENG KOTA SURABAYA /</subfield>
      <subfield code="c">Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24538</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rikha Murliasari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.309 598 286 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.309 598 286 1  REI a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Personalia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Digitalisasi analisis beban kerja melalui sistem e-ABK&#13;
merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi manajemen aparatur sipil negara.&#13;
Namun, implementasinya di tingkat kecamatan menghadapi tantangan berupa keterbatasan&#13;
kompetensi pegawai, dominasi usia lanjut, dan infrastruktur yang belum memadai. Di Kecamatan&#13;
Genteng, Surabaya, mayoritas pegawai berusia di atas 50 tahun dan berpendidikan menengah,&#13;
sehingga mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem e-ABK. Tujuan: Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan analisis beban kerja secara elektronik (e-ABK)&#13;
terhadap Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Metode: Penelitian&#13;
ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi langsung, dan&#13;
dokumentasi. Teori yang digunakan adalah analisis beban kerja menurut Gary Dessler, yang&#13;
mencakup efektivitas sistem, pengelolaan kinerja, keterlibatan pegawai, dan penggunaan&#13;
teknologi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem e-ABK dapat meningkatkan&#13;
akurasi data dan mempercepat proses pelaporan, dibuktikan dengan 4 dimensi terdapat 2 diimensi&#13;
yang masih kurang baik yaitu dimensi keterlibatan pegawai dan penggunaan teknologi. Bebrapa&#13;
kendala yang ditemui berupa kompetensi digital yang rendah, keterbatasan peran pengguna, serta &#13;
kurangnya infrastruktur teknologi yang mendukung. Kesimpulan: Pelaksanaan analisis beban&#13;
kerja secara elektronik di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya menunjukkan kemajuan&#13;
yang signifikan dalam mendukung efektivitas tata kelola kepegawaian. Namun memang masih&#13;
ditemukan beberapa kendala, untuk diperlukan peningkatan kapasitas teknis, penyediaan sarana&#13;
prasarana yang memadai, serta koordinasi lintas unit kerja.&#13;
Kata Kunci: e-ABK, analisis beban kerja, birokrasi digital</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
