<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192737</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128014917</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001182</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI RIAU DALAM PEMBINAAN PEGAWAI ALIH JABATAN STRUKTURAL KE FUNGSIONAL /</subfield>
      <subfield code="c">ARYO PURNOMO</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">ARYO PURNOMO</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24839</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Azharisman Rozie</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.3 ARY s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Personalia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Jabatan sebelum dan sesudah penyetaraan daristruktur&#13;
organisasi di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau terlihat adanya penyetaraan dari&#13;
jabatan struktural ke jabatan fungsional. Penyederhanaan birokrasi memberi kewajiban pada&#13;
pejabat yang dialihkan ke jabatan untuk segera melaksanakan adaptasi melalui kerja baru dan&#13;
mampu mengerjakan tugas berprinsip mengutamakan ketepatan dan kecepatan untuk itu&#13;
diperlukan suatu pembinaan dengan tujuan mengurangi ataupun menghilangkan dampak&#13;
negatif akibat pelaksanaan penyederhanaan birokrasi dengan Badan Kepegawaian Daerah&#13;
Provinsi Riau Sebagai leading sector. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#13;
apa saja strategi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daereah Provinsi Riau dalam&#13;
pembinaan pegawai alih jabatan dari struktural ke fungsional. Metode: Penelitian ini&#13;
menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih dengan alasan, metode kualitatif&#13;
mampu menjelaskan dengan rinci menganai topik utama penelitian yang dibahas, sehingga hasil&#13;
akhirnya dapat dimengerti oleh semua pihak sebagai bahan evaluasi dimasa yang akan datang.&#13;
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumen. dan observasi&#13;
langsung. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah Teori Strategi oleh Geoff&#13;
Mulgan (2009). Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 12 informan. Analisis data&#13;
dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan juga penarikan&#13;
kesimpulan serta verifikasi. Adapun penelitian ini menggunakan instrument Tunggal yaitu penulis&#13;
itu sendiri. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setrategi BKD Provinsi Riau dalam&#13;
melakukan pembinaan pada pegawai yang alih jabatan terlihat dari analisis beberapa dimensi, pada&#13;
dimensi strategi tujuan BKD Provinsi Riau melakukan strategi dengan menyusun rencana pembinaan&#13;
yang menitikberatkan pada pengembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja pegawai, pada&#13;
dimensi lingkungan terlihat adanya pemetaan dari segi latar belakang Pendidikan sehingga adanya&#13;
ketepatan penempatan jabatan fungsional, pada dimensi pengarahan terlihat sudah ada pengarahan yang&#13;
jelas dari BKD Provinsi Riau kepada pegawai terkait, pada dimensi tindakan terlihat menerbitkan Surat&#13;
Keputusan(SK) pengangkatan ke jabatan fungsional, pada dimensi pembelajaran terlihat adanya arah&#13;
pembelajaran yang terkonsep dan bertahap kepada pegawai yang dilakukan pembinaan. Kesimpulan:&#13;
Pembinaan pegawai alih jabatan struktural ke fungsional yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah&#13;
Provinsi Riau sejauh ini sudah terlaksana dengan baik namun kurang optimal dikarenakan terdapat&#13;
beberapahambatanterutamadalamproseskomunikasidanadanyaresistensidaripegawai.&#13;
KataKunci:Strategi,Pembinaan,AlihJabatanStrukturalkeFungsional</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
