<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192763</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128111359</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001208</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI MALUKU /</subfield>
      <subfield code="c">Gilland Ansel Soeyanthe</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Gilland Ansel Soeyanthe</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">24 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/24572</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hendayana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.312 409 598 52</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.312 409 598 52  GIL p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengembangan Kepegawaian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengembangan kompetensi ASN di daerah kepulauan menghadapi tantangan implementasi yang signifikan. Di BPSDM Provinsi Maluku, hanya 44,7% pegawai yang pernah mengikuti program pelatihan, dengan 55,2%  pegawai belum pernah mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan jabatan yang diemban, dengan beberapa pegawai menempati posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi akademisnya, bertentangan dengan prinsip "The Right Man on the Right Place". Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN di BPSDM Provinsi Maluku menggunakan kerangka empat dimensi kompetensi Sedarmayanti (kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan intelektual/strategik). Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuh informan yang dipilih melalui purposive sampling, meliputi Kepala Badan, Sekretaris, Kepala Bidang, dan staf fungsional, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil/Temuan: : Pengembangan kompetensi teknis belum merata akibat keterbatasan anggaran dan sarana prasarana. Kompetensi manajerial menunjukkan kesenjangan dengan hanya 18% pegawai yang menyelesaikan diklat struktural. Kompetensi sosial menunjukkan hasil positif dengan komunikasi internal yang efektif. Kompetensi intelektual/strategik mengungkap rendahnya motivasi pegawai senior untuk pengembangan diri. Kesimpulan: BPSDM Provinsi Maluku telah menjalankan program pengembangan kompetensi sesuai arah kebijakan namun memerlukan perbaikan strategis dalam perencanaan, peningkatan kapasitas pelatih, dan alokasi anggaran untuk mencapai peningkatan kualitas ASN yang optimal. Kata kunci: Pengembangan Kompetensi, Aparatur Sipil Negara, Manajemen Sumber Daya Manusia, Sektor Publik.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
