<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192768</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128113641</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001213</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENGARUH RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN ACEH SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Farhan Maulana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Farhan Maulana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">17 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/25034</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ihwan Sudrajat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 26</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 26  FAR p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Kemandirian fiskal merupakan salah satu pilar penting dalam keberhasilan otonomi daerah. Namun, kenyataannya  masih banyak pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Aceh Selatan, yang bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang potensial tetapi belum dioptimalkan secara maksimal adalah retribusi pasar. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh retribusi pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Aceh Selatan dan menganalisis sejauh mana kontribusinya terhadap kemandirian fiskal daerah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi dan wawancara, dengan dukungan data sekunder dari tahun 2010 hingga 2024. Penelitian ini juga menggunakan teori Multiple Streams Framework (Kingdon) sebagai kerangka konseptual. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa retribusi pasar  berpengaruh signifikan dan positif terhadap PAD dengan nilai koefisien regresi sebesar 734,191 dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,613. Artinya, sebesar 61,3% variasi PAD dapat dijelaskan oleh retribusi pasar. Meskipun potensi retribusi pasar cukup besar, realisasi penerimaannya masih rendah dan belum mencapai target secara konsisten. Hambatan utama terletak pada belum optimalnya sistem pengelolaan, rendahnya kepatuhan pedagang, dan lemahnya pengawasan. Kesimpulan: Retribusi pasar memiliki pengaruh signifikan terhadap PAD dan berpotensi menjadi salah satu sumber utama dalam meningkatkan kemandirian fiskal Kabupaten Aceh Selatan. Ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksananya untuk itu, diperlukan perbaikan manajerial dan kebijakan teknis untuk mengoptimalkan potensi tersebut secara berkelanjutan. Kata Kunci: Retribusi Pasar, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kemandirian Fiskal</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
