<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192769</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260128114000</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001214</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">INOVASI APLIKASI SIMPUN DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Akhmad Fiqri Ilhamni</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Akhmad Fiqri Ilhamni</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/25056</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ferdinandus Jaftoran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.160 959 881 61</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.160 959 881 61  AKH i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Informasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Pelayanan administrasi kependudukan konvensional di Kabupaten Hulu Sungai Utara terkendala oleh kondisi geografis dan prosedur yang rumit. Implementasi inovasi digital (Aplikasi SIMPUN) untuk mengatasi hal tersebut juga menghadapi tantangan seperti kesenjangan digital dan sinyal lemah , dengan rendahnya kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai salah satu gap utama. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses difusi inovasi aplikasi SIMPUN beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teori Difusi Inovasi Rogers sebagai landasan analisis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan aplikasi SIMPUN berhasil meningkatkan efisiensi layanan dan kepemilikan KIA. Kendala kesenjangan digital diatasi dengan penyediaan fasilitas akses publik , meskipun tantangan sosialisasi di daerah tertentu seperti Kecamatan Paminggir masih ditemukan. Kesimpulan : Aplikasi SIMPUN merupakan inovasi digital yang berhasil diadopsi berkat strategi komunikasi ganda dan pendekatan berbasis kearifan lokal. Meskipun ada tantangan, solusi adaptif membuat inovasi ini diterima secara positif oleh masyarakat. Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan Publik, Administrasi Kependudukan, Digitalisasi, SIMPUN</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
