<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192778</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260129083925</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001223</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN  MELALUI INOVASI KUWAU PADEK DI DINAS KEPENDUDUKAN  DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MUKOMUKO /</subfield>
      <subfield code="c">Anjas Himawan Putra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Anjas Himawan Putra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Helianus Rudianto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.635 981 713</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.635 981 713 ANJ e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">administrasi kependudukan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelayanan administrasi kependudukan yang dilaksanakan secara manual sering kali menghadapi berbagai kendala seperti proses yang lambat, antrean panjang, dan keterbatasan akses layanan di daerah terpencil. Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mukomuko meluncurkan inovasi pelayanan berbasis teknologi informasi melalui aplikasi WhatsApp yang diberi nama Kuwau Padek (Kupakai WhatsApp untuk Pelayanan Administrasi Kependudukan). Namun, dalam pelaksanaannya, Kuwau Padek menghadapi hambatan seperti infrastruktur jaringan yang belum merata, rendahnya literasi digital, serta kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan data pribadi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan administrasi kependudukan melalui inovasi Kuwau Padek di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mukomuko. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis efektivitas dilakukan menggunakan teori dari Budiani (2007). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kuwau Padek efektif dalam mempermudah akses layanan administrasi bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah terpencil. Inovasi ini mampu memangkas waktu pelayanan dan meningkatkan efisiensi. Namun, sosialisasi program masih belum maksimal dan perlu ditingkatkan. Selain itu, permasalahan infrastruktur jaringan dan kekhawatiran terhadap keamanan data menjadi tantangan utama. Kesimpulan: Meskipun Kuwau Padek telah menunjukkan efektivitas dalam beberapa aspek, masih diperlukan peningkatan sosialisasi, pemantauan, serta strategi layanan berbasis kebutuhan lokal seperti pemberdayaan perangkat desa dan pelayanan jemput bola. Kata Kunci: Efektivitas, Administrasi Kependudukan, Kuwau Padek</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
