<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192788</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260129090808</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001233</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PERBUATAN ASUSILA DI KABUPATEN SAROLANGUN /</subfield>
      <subfield code="c">Afiful Haq</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Afiful Haq</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22606</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Batubara, Yusi Eva</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.109 598 152 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.109 598 152 1 AFI s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keamanan dan Keselamatan Publik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun menunjukkan peningkatan kasus HIV/AIDS dari 7 kasus (2022), 13 kasus (2023), hingga 28 kasus (2024). Ini mencerminkan bahwa perbuatan asusila berdampak serius terhadap kesehatan publik. Namun, penegakan ketertiban oleh Satpol PP belum maksimal, terutama dalam pelaksanaan kebijakan dan koordinasi antar sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sarolangun dalam menertibkan perbuatan asusila yang melanggar norma hukum dan sosial. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil/Temuan: Strategi Penertiban Polisi Pamong Praja Dalam Penertiban Perbuatan Asusila sudah cukup baik dalam dimensi tujuan strategis. Namun, masih perlu ditingkatkan dalam dimensi program kegiatan, kebijakan dan &#13;
tindakan strategis. Hambatan utama meliputi belum adanya PPNS, keterbatasan sarana-prasarana, kebocoran informasi razia, serta rendahnya pemahaman anggota terhadap tugas pokok dan fungsi. Kesimpulan: Penertiban perbuatan asusila oleh Satpol PP Sarolangun belum optimal. Diperlukan penguatan struktur operasional, peningkatan koordinasi lintas instansi, dan percepatan pembentukan PPNS agar penegakan hukum lebih efektif dan menjamin ketertiban masyarakat. &#13;
Kata Kunci: Strategi; Penertiban; Ketertiban Umum</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
