<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192791</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260129091549</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001236</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">AKESIBILITAS PELAYANAN AIR MINUM LAYAK BAGI MASYARAKAT   DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Muhamad Ferdi Firmansyah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhamad Ferdi Firmansyah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22760</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dedi Kusmana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.610 959 865 13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.610 959 865 13 MUH a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Layanan Utilitas Penyediaan Air Bersih</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Akses terhadap pelayanan air minum layak merupakan &#13;
salah satu kebutuhan dasar yang penting untuk menjamin derajat kesehatan masyarakat. Namun, di Kabupaten Lombok Tengah masih banyak wilayah yang belum terlayani secara optimal, baik melalui sambungan rumah maupun pengangkutan. Hal ini menunjukkan masih rendahnya aksesibilitas pelayanan air minum layak dan menjadi tantangan dalam penyediaan pelayanan dasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas pelayanan air minum layak bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Pada dimensi infrastruktur, ditemukan bahwa jaringan perpipaan hanya menjangkau sebagian wilayah dan belum menjangkau desa-desa di daerah selatan dan perbukitan. Pada dimensi lokasi, distribusi layanan lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara desa terpencil mengalami keterbatasan akses. Pada dimensi individu, kemampuan ekonomi dan jarak rumah ke sumber air menjadi faktor penghambat utama akses masyarakat. Sementara itu, pada dimensi utilitas, sebagian masyarakat masih memilih sumber air tradisional meskipun sudah tersedia layanan karena faktor kebiasaan dan persepsi kualitas. Kesimpulan: Aksesibilitas pelayanan air minum layak di Kabupaten Lombok Tengah belum optimal. Untuk meningkatkan layanan, pemerintah perlu memperluas jaringan distribusi, menambah armada pengangkut, dan meningkatkan partisipasi masyarakat. &#13;
Kata kunci: Aksesibilitas, Pelayanan Publik, Air Minum Layak, Infrastruktur, Kabupaten Lombok &#13;
Tengah</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
