<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192811</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260129101451</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001256</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERANAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Octian Rhamadandy</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Octian Rhamadandy</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/20742</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Piet Hein Pusung</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.120 959 817</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.120 959 817  MUH p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Layanan Kesehatan Masyarakat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Stunting merupakan masalah gizi penting yang masih menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Kota Bengkulu. Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting dari 12,9% pada tahun 2022 menjadi 6,7% pada tahun 2023. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kota Bengkulu berperan strategis dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai program. Namun, terdapat tantangan dalam hal keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan validitas data. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan DP3A2KB dalam percepatan penurunan stunting di Kota Bengkulu. Metode: Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori peran Biddle dan Thomas, dengan empat dimensi: harapan, norma, kinerja, dan evaluasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan DP3A2KB dalam penurunan stunting sudah berjalan baik, dengan tingkat harapan tinggi dari masyarakat. Namun, terdapat kendala yang signifikan, termasuk infrastruktur kesehatan yang terbatas, kurangnya pemahaman SDM, dan masalah validitas data. Upaya yang dilakukan mencakup penguatan intervensi gizi, pendidikan masyarakat, dan koordinasi lintas sektor. Kesimpulan: DP3A2KB Kota Bengkulu telah menunjukkan peran penting dalam percepatan penurunan stunting, tetapi masih perlu meningkatkan efektivitas melalui optimalisasi program, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih baik dalam penanganan stunting. Kata Kunci: Stunting, DP3A2KB, Pengendalian Penduduk</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
