<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192817</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260129102156</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001262</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS  KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) DI KABUPATEN BANYUMAS   PROVINSI JAWA TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Annisa Nur Fitriani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Annisa Nur Fitriani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Isman Hadijaya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 598 262 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 598 262 1 ANN c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">sampah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Darurat Sampah di Kabupaten Banyumas menjadi permasalahan yang sangat berdampak buruk kepada segala aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk menciptakan kembali lingkungan yang bersih dan sehat secara kolaboratif melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang berkiblat pada zero waste to landfill. Namun, pada prakteknya masih menimbulkan ketidak puasan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data triangulasi yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance yang dicetuskan oleh Ansel dan Gash. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Banyumas dalam pengelolaan sampah masih belum berjalan secara optimal dalam pelaksanaanya. Faktor penghambat dari kolaborasi ini ada pada kesadaran masyarakat yang masih rendah serta ketidaktaatan pada aturan, keterbatasan anggaran serta infrastruktur penunjang pengelolaan sampah, dan komunikasi yang tidak berjalan lancar antar stakeholder. Kesimpulan: Pemerintah memberikan upaya penyelesaian dengan selalu mengadakan sosialisasi terkait pengelolaan sampah secara rutin serta mendalam kepada masyarakat maupun swasta dan terus mengadakan evaluasi secara berkala dengan tujuan perbaikan pelayanan publik. Peneliti menyarankan adanya tindakan tegas bagi para oknum pemerintah, dan masyarakat yang melanggar aturan. Kata kunci : Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Kelompok Swadaya Masyarakat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
