<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192828</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260129105052</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001273</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI DINAS KETENAGAKERJAAN DALAM MENGURANGI ANGKA PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Nasution, Muhammad Haoli Tidar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Nasution, Muhammad Haoli Tidar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24344</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Achmad Nur Sutikno</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">331.137 598 121 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">331.137 598 121 1 MUH s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengangguran di Kota Medan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingginya angka pengangguran di Kota Medan menjadi salah satu tantangan utama pembangunan daerah. Meskipun Dinas Ketenagakerjaan telah melaksanakan berbagai program pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja, tingkat pengangguran masih belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Permasalahan ini menunjukkan perlunya strategi yang lebih terarah dan terukur dari lembaga terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dalam mengurangi angka pengangguran, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas strategi yang paling efektif. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi prioritas Dinas Ketenagakerjaan meliputi pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri, penempatan tenaga kerja melalui kerja sama dengan swasta, serta penguatan sistem informasi ketenagakerjaan seperti aplikasi SIDUTA. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya tenaga pelatih profesional, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam program ketenagakerjaan. Kesimpulan: Strategi pengurangan pengangguran akan lebih optimal jika Dinas Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan sektor swasta, meningkatkan kualitas pelatihan kerja, serta memaksimalkan peran teknologi informasi dalam mendukung pelayanan ketenagakerjaan yang inklusif dan efisien.&#13;
Kata Kunci: Pengangguran, Strategi Ketenagakerjaan, AHP</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
