<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192835</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260129110631</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001280</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">MITIGASI BENCANA BANJIR DI DISTRIK SENTANI   KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA /</subfield>
      <subfield code="c">Wilson Marco J. S</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Wilson Marco J. S</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22546</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nadya Anggara Putri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.409 598 817 4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.409 598 817 4 WIL m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pencegahan Banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bencana banjir masih menjadi ancaman serius di &#13;
Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada saat curah hujan tinggi. Tujuan: &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mitigasi bencana banjir dilakukan di &#13;
Distrik Sentani. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode &#13;
deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti &#13;
mengkaji dua dimensi utama mitigasi, yaitu mitigasi struktural dan non-struktural. Pada &#13;
mitigasi struktural, dilakukan upaya seperti pembangunan konstruksi tahan banjir, modifikasi &#13;
bangunan, pembangunan shelter sementara, pembangunan sistem penghalang seperti tanggul &#13;
dan kanal, sistem deteksi dini, dan perawatan infrastruktur. Sedangkan pada mitigasi non&#13;
struktural, dilakukan penguatan regulasi, penyuluhan dan pendidikan masyarakat, pengendalian &#13;
lingkungan, serta pembentukan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam &#13;
menghadapi bencana.. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun upaya &#13;
mitigasi telah dilakukan oleh pemerintah dan stakeholder terkait, penerapannya belum merata &#13;
dan masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat, &#13;
kurangnya anggaran, lemahnya koordinasi antarinstansi, dan belum adanya regulasi teknis yang &#13;
kuat terkait bangunan tahan banjir. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi yang lebih kuat antara &#13;
pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam membangun kesiapsiagaan dan &#13;
memperkuat mitigasi bencana secara menyeluruh. Kesimpulan: Banjir merupakan ancaman &#13;
serius di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, yang disebabkan oleh faktor geografis, curah &#13;
hujan tinggi, dan lemahnya pengelolaan lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa upaya &#13;
mitigasi telah dilakukan melalui pendekatan struktural seperti pembangunan tanggul, sistem &#13;
drainase, dan shelter sementara, serta pendekatan non-struktural berupa edukasi masyarakat, &#13;
penguatan regulasi, dan peningkatan kesadaran publik. Namun, pelaksanaan di lapangan masih &#13;
menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan &#13;
anggaran, lemahnya koordinasi antarinstansi, dan kurangnya regulasi teknis. Oleh karena itu, &#13;
perlu dibangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait &#13;
untuk mewujudkan mitigasi bencana yang efektif dan berkelanjutan. &#13;
Kata Kunci: Mitigasi, Banjir, Struktural, Non-Struktural</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
