<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192844</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260129112825</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001289</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENATAUSAHAAN BARANG MILIK DAERAH MELALUI APLIKASI e-BMD DALAM RANGKA TRANSFORMASI DIGITAL DI KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Rafi Renata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Rafi Renata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24783</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Elvira Mulya Nalien</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 284 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 284 1 MUH p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Daerah Tertentu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penatausahaan BMD di Kabupaten Bojonegoro berlangsung dengan baik dan cukup efektif melalui penerapan aplikasi e-BMD. Hal ini tercermin dari membaiknya indikator pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan aset yang kini dilakukan secara lebih tertib, akurat, dan tepat waktu. Ketiga aspek tersebut menunjukkan bahwa proses pencatatan dan pengelolaan aset daerah semakin sesuai dengan prinsip&#13;
akuntabilitas dan transparansi. Sementara itu, indikator rekonsiliasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta penguatan kapasitas sumber daya manusia masih berada dalam tahap perbaikan, mengingat masih ditemukan ketidakterpaduan data serta ketergantungan pada operator tertentu. Meskipun demikian, langkah-langkah penanganan yang dilakukan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam terus menyempurnakan sistem pengelolaan aset berbasis digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penatausahaan BMD melalui aplikasi e-BMD dalam rangka transformasi digital di Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Metode: Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif Deskriptif, data diperoleh melalui Wawancara Semi Terstruktu, Observasi Partisipatif serta dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada informan kunci yang dipilih dengan metode purposive sampling dan snowball sampling, yakni Kepala Badan, Kabid, Kasubbid, staf operator, hingga pengguna langsung aplikasi e-BMD di lingkungan BPKAD Bojonegoro Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-BMD terbukti cukup efektif dalam mendorong digitalisasi pengelolaan aset daera dengan ditunjukkan melalui Dimensi Pembukuan: Aplikasi e-BMD telah berhasil meningkatkan akurasi pencatatan dan mengurangi kesalahan administratif dengan mengintegrasikan proses pencatatan aset secara digital; Dimensi Inventarisasi: Aplikasi e-BMD telah berhasil menyediakan laporan yang lebih tepat waktu dan transparan,&#13;
mempermudah akses informasi untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset daerah; serta Dimensi Pelaporan: Aplikasi e-BMD telah berhasil menyediakan laporan yang lebih tepat waktu dan transparan, mempermudah akses informasi untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset daerah. Kesimpulan: Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah melakukan berbagai upaya seperti permohonan kostumisasi aplikasi ke Kemendagri, pelatihan intensif bagi operator serta penyusunan ketentuan rekonsiliasi internal. Dengan demikian, e-BMD terbukti cukup efektif dalam mendorong digitalisasi pengelolaan aset daerah.&#13;
Kata Kunci: Barang Milik Daerah, Penatausahaan, Transformasi Digital, e-BMD, Bojonegoro</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
