<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192849</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260129114339</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001294</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PERCEPATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI DAMPAK BENCANA LIKUEFAKSI OLEH PEMERINTAH KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Fikri Riansyah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Fikri Riansyah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24872</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hadi Prabowo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 559 844 31</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 559 844 31 FIK s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengamanan Bencana Alam dan  Gunung Meletus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Latar Belakang (GAP): Bencana likuifaksi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun 2018 menyebabkan kerusakan parah terhadap infrastruktur, pemukiman, dan tatanan sosial masyarakat. Lima tahun pascakejadian, proses rehabilitasi dan rekonstruksi masih menghadapi hambatan serius. Kesenjangan antara kebijakan dan kebutuhan nyata di lapangan terlihat dari rendahnya capaian relokasi hunian tetap, di mana hingga akhir 2022 baru sekitar 42% dari total rumah terdampak yang dibangun, dan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan serta lemahnya koordinasi antarlembaga pelaksana. Tujuan: untuk merumuskan strategi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana likuifaksi di Palu secara integratif dan aplikatif.Metode: Pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan untuk menemukan pola dan strategi pemulihan yang relevan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi percepatan yang efektif mencakup: (1) penguatan kolaborasi antarlembaga sebagai bagian dari dimensi kelembagaan; (2) pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan (dimensi sosial); dan (3) pemanfaatan teknologi geospasial untuk identifikasi wilayah rawan dan pengambilan keputusan (dimensi teknologi). Selain itu, perencanaan yang matang serta ketersediaan dan distribusi sumber daya yang memadai (dimensi ekonomi) turut menjadi faktor kunci. Kesimpulannya, strategi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana likuifaksi di Palu harus dilakukan secara terintegrasi lintas dimensi dengan pendekatan partisipatif, berbasis data, dan dukungan kelembagaan yang kuat agar proses pemulihan berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci: Rehabilitasi, Rekonstruksi, Likuifaksi, Bencana</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
