<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192871</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260130015202</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001316</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI USAHA MANDIRI PETERNAK AYAM POTONG DI DESA POLOSIRI KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Arifina Wahyu Setyawan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Arifina Wahyu Setyawan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24283</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Haikal Ali</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">636.559 826 51</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">636.559 826 51 ARI p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Peternakan dan Pemeliharaan Ayam</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Desa Polosiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi budidaya ayam potong sebagai sumber penghidupan masyarakatnya. Kegiatan ini berperan penting dalam mengurangi angka pengangguran dan kriminalitas, serta meningkatkan kesejahteraan warga. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai hambatan, seperti kurangnya keanggotaan kelompok peternak dan keterbatasan jaringan pemasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat pemberdayaan usaha mandiri peternak ayam potong di Desa Polosiri serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi hambatan tersebut. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian dokumen terkait pemberdayaan masyarakat serta regulasi pemerintah. Hasil/Temuan: Temuan utama menunjukkan bahwa kurangnya partisipasi peternak dalam kelompok menjadi penghambat utama akses terhadap bantuan pemerintah. Selain itu, jaringan kemitraan pemasaran yang terbatas menyebabkan peternak masih bergantung pada tengkulak lokal, sehingga potensi pendapatan kurang maksimal. Pemerintah desa dan kecamatan berupaya mengatasi hambatan ini melalui sosialisasi penguatan kelompok, pemberian bantuan sarana prasarana, serta fasilitasi kemitraan pemasaran yang lebih luas. Kesimpulan: Pemberdayaan peternak ayam potong di Desa Polosiri telah membawa perubahan sosial dan ekonomi positif, namun masih menghadapi tantangan yang perlu ditangani secara komprehensif melalui peningkatan partisipasi kelompok dan pengembangan jaringan pemasaran yang lebih baik.&#13;
Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Usaha Mandiri, Peternak Ayam Potong, Desa Polosiri, Kesejahteraan Ekonomi</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
