<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192874</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260130021333</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001319</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KOLABORASI PEMBINAAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Dhita Marlinda Dwi Heryati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dhita Marlinda Dwi Heryati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21938</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Gede Bhayu Dananjaya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">305.565 982 432</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">305.565 982 432 DHI k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Masyarakat Sosial Bawah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian in berangkat dari permasalahan sosial yang terus berkembang di kota besar seperti Bandung, termasuk meningkatnya jumlah gepeng yang berdampak pada ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, dan citra kota sebagai destinasi wisata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kolaborasi kedua instansi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menelusuri upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan pembinaan gepeng. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan kunci di lingkungan Dinas Sosial, Satpol PP, serta tokoh Masyarakat. Hasil/ Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah terjalin dalam bentuk kegiatan penertiban bersama, penjangkauan, rehabilitasi sosial, dan pelatihan keterampilan. Namun, kolaborasi ini masih menghadapi hambatan seperti kurangnya koordinasi teknis, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya pendataan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kolaborasi antarlembaga dalam pembinaan gepeng di Kota Bandung memiliki kerangka yang kuat namun belum berjalan optimal. Penguatan aspek kelembagaan, kepemimpinan kolaboratif, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan penanganan gepeng yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan sosial.&#13;
Kata Kunci : Kolaborasi, Satpol PP, Dinas Sosial, Gelandangan, Pengemis, Kota Bandung.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
