<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192878</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260130030224</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001323</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">LITERASI POLITIK MELALUI MEDIA SOSIAL BAGI GEN Z DI KABUPATEN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2024 /</subfield>
      <subfield code="c">Panji Rizky Trismayandanu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Panji Rizky Trismayandanu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24228</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Heru Rochmansjah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.014 598 343 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.014 598 343 2 PAN l</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Komunikasi Politik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (Gap): Generasi Z (Gen Z) di Kabupaten Gunung Mas merupakan kelompok usia produktif yang sangat terpapar media sosial, namun tingkat literasi politik mereka belum sepenuhnya berkembang secara aktif dan kritis. Meskipun media sosial menyediakan akses informasi politik yang luas, kemampuan Gen Z dalam menyaring informasi yang valid dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi politik masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana literasi politik Gen Z terbentuk melalui media sosial di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap sembilan informan yang dipilih melalui purposive dan snowball sampling, meliputi admin instansi pemerintahan dan perwakilan Gen Z di Kabupaten Gunung Mas. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki pemahaman politik lokal yang cukup baik, tetapi masih pasif dalam diskusi politik di media sosial. Mereka cenderung memilih informasi dari sumber terverifikasi dan memiliki kesadaran tinggi terhadap hoaks. Instagram dan Facebook menjadi platform utama penyebaran informasi politik. Namun, keterbatasan akses internet di beberapa wilayah menjadi penghambat utama. Kesimpulan: Media sosial berperan penting dalam membentuk literasi politik&#13;
Gen Z, namun perlu adanya penguatan program literasi politik dan digital agar Gen Z mampu menjadi aktor politik yang lebih aktif, kritis, dan berdaya dalam proses demokrasi lokal.&#13;
Kata kunci: literasi politik, Gen Z, media sosial, partisipasi politik</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
