<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192880</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260130031823</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001325</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAPUR SEHAT ATASI STUNTING DALAM PEMENUHAN GIZI SEIMBANG DI KOTA PAGARALAM PROVINSI SUMATERA SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Azura Vajri Utami</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Azura Vajri Utami</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24704</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Achmad Nur Sutikno</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.859 816 121</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.859 816 121 AZU p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Masalah Kurang Gizi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu tantangan dalam pembangunan manusia yang harus diselesaikan oleh pemerintah hingga saat ini adalah masalah stunting. Stunting memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat di Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan. Kenaikan drastis prevalensi stunting sebesar 100% menjadi acuan penulis dalam pelaksanaan penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan, penelitian ini dilakukan guna mencegah dan menangani stunting hingga saat ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang kepada Masyarakat di Kota Pagaralam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih dengan alasan, metode kualitatif mampu menjelaskan dengan rinci menganai topik utama penelitian yang dibahas, sehingga hasil akhirnya dapat dimengerti oleh semua pihak sebagai bahan evaluasi dimasa yang akan datang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumen. dan observasi langsung. Teori utama yang dipakai untuk&#13;
menganalisis topik ini adalah teori pemberdayaan masyarakat menurut Zubaedi tahun 2013. Adapun Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 15 informan. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan serta verifikasi. Adapun penelitian ini menggunakan instrument penelitian Tunggal yaitu penulis itu sendiri. Hasil/Temuan: Temuan penelitian yang dianalisis menggunakan teori pemberdayaan ini menegaskan bahwa pada dimensi People centered diketahui bahwa pemerintah sudah berperan dengan baik melalui kegiatan pemberdayaan Masyarakat, pada dimensi participatory diketahui bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya partisipasi Masyarakat secara aktif melalui program DASHAT dan juga pihak pemerintah dalam hal ini sebagai fasilitator aktif dalam membantu keberhasilan program ini, pada dimensi ketiga terkait dengan Empowering dan Sustainable diketahui bahwa program ini masih belum ada tanda tanda keberlanjutan artinya orientasi hasil hanya dilakukan satu waktu saja meskipun demikan&#13;
terdapat perubahan ditengah Masyarakat meskipun perubahan tersebut masih bersifat minoritas artinya masih sedikit Masyarakat yang sadar untuk ikut terlibat dalam kegiatan ini. Kesimpulan: Secara umum Pemberdayaan masyarakat melalui program DASHAT di kota Pagaralam telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan konsep pemberdayaan oleh Zubaedi&#13;
Kata Kunci: Stunting; DASHAT; Pemberdayaan Masyarakat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
