<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193086</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260204112823</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000170</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">OPTIMALISASI PAJAK RESTORAN DALAM MENINGKATKAN PAD DI KOTA BUKITTINGGI :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Azaria Gilda Siburian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Azaria Gilda Siburian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust. ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19354</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tumpak Haposan Simanjuntak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.200 959 813 81</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.200 959 813 81 AZA o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pajak Daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pajak restoran merupakan pajak daerah Kabupaten atau&#13;
Kota yang ditarik berdasarkan transaksi penjualan makanan antara pembeli dan pedagang. Dengan&#13;
dilaksanakannya optimalisasi pajak restoran di Kota Bukittinggi tentunya akan meningkatkan&#13;
penerimaan pajak daerah. Pajak tersebut akan masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD) yang dapat&#13;
digunakan dalam mempercepat proses pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas&#13;
2&#13;
pelayanan terhadap masyarakat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui&#13;
bagaimana optimalisasi pajak restoran dalam meningkatkan PAD, mengetahui hambatan dalam&#13;
optimalisasi pajak restoran, dan mengetahui upaya untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode:&#13;
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan&#13;
dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi.&#13;
Hasil/Temuan: optimalisasi pajak restoran di Kota Bukittinggi belum maksimal. Faktor&#13;
penghambatnya adalah database yang tidak sesuai dengan kondisi real, kurangnya kesadaran wajib&#13;
pajak, dan minimnya inovasi dari pemerintah. Upaya yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan&#13;
Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bukittinggi adalah uji petik, edukasi, dan inovasi. Saran&#13;
yang diberikan untuk BPKAD Kota Bukittinggi adalah menambah jumlah dan kualitas pegawai,&#13;
meningkatkan efektivitas penggunaan tapping box, identifikasi rumah makan berpotensi, pendataan&#13;
wajib pajak rutin, sosialisasi regulasi pajak restoran melalui website, dan penerapan skema reward&#13;
and punishment. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, optimalisasi pajak restoran di Kota&#13;
Bukittinggi telah dilakukan melalui memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan,&#13;
dan meningkatkan pengawasan. Namun, masih ditemui kendala seperti perlunya penyesuaian database&#13;
dan peningkatan edukasi kepada wajib pajak. Saran yang dapat diberikan termasuk peningkatan&#13;
kuantitas dan kualitas pegawai, identifikasi potensi wajib pajak baru, pendataan rutin, sosialisasi&#13;
regulasi melalui website, dan penerapan skema reward and punishment.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
