<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193114</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260204120831</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000198</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG KINERJA PEMERINTAH DI KABUPATEN WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Affriansyah Salfa Saputra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Affriansyah Salfa Saputra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17166</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Restu Widyo Sasongko</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.145 982 643</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.145 982 643 AFF a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi Daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya rasio&#13;
kemandirian, kurangnya kemampuan fiskal untuk membiayai kegiatan pemerintahan,&#13;
tingginya belanja operasi dibandingkan belanja modal, serta efisiensi keuangan daerah yang&#13;
masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan&#13;
daerah dalam menunjang kinerja pemerintah di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah&#13;
Tahun 2019 – 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang&#13;
dilaksanakan di Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten&#13;
Wonosobo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis&#13;
menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan berbagai rumus rasio keuangan&#13;
yang relevan. Hasil/Temuan: Analisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Wonosobo&#13;
menunjukkan bahwa rasio kemandirian keuangan daerah dikategorikan sangat rendah dengan&#13;
rata-rata nilai 19,0475%, yang menunjukkan pola hubungan instruktif antara pemerintah pusat&#13;
dan daerah. Rasio derajat desentralisasi fiskal juga tergolong rendah dengan rata-rata 14,3%,&#13;
mengindikasikan bahwa daerah ini kurang mampu membiayai kegiatan pemerintahannya&#13;
sendiri. Selanjutnya, rasio keserasian menunjukkan bahwa belanja operasi daerah sangat&#13;
tinggi, mencapai rata-rata 72,6%, sedangkan belanja modal hanya sebesar 18,1%. Hal ini&#13;
menunjukkan bahwa perhatian terhadap pembangunan daerah masih kurang. Selain itu, rasio&#13;
efisiensi keuangan daerah menunjukkan ketidakefisienan dengan rata-rata presentase 92,15%.&#13;
Namun, di sisi lain, rasio efektivitas keuangan daerah dikategorikan sangat efektif dengan ratarata 120,05%, menunjukkan bahwa realisasi penerimaan daerah relatif baik dibandingkan&#13;
dengan target yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo&#13;
perlu memaksimalkan realisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah untuk&#13;
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini dapat dicapai dengan menggali potensi&#13;
daerah dan memperketat regulasi dalam penarikan pajak dan retribusi, serta meningkatkan&#13;
kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak daerah dan retribusi.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
