<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193116</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260204121104</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000200</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN ODGJ TERLANTAR DI KABUPATEN MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Angga Arista</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Angga Arista</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19000</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dwi Putri Yuliani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">616.895 981 614 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">616.895 981 614 2 ANG c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Gangguan Kejiwaan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Penelitian ini berangkat dari masalah mengenai ODGJ&#13;
yang terlantar diwilayah Kabupaten Muara Enim. Keterlibatan lintas sektoral sangat&#13;
diharapkan dalam dalam penangan masalah ini, yang mana agar mereka dapat&#13;
&#13;
mendapatkan pelayanan yang tepat, dan terciptanya keamanan dan ketentraman di&#13;
lingkungan masyarakat Kabupaten Muara Enim. Namun sayangnya, penanganan&#13;
tersebut belum optimal dikarenakan belum terjalinnya suatu hubungan sektoral yang&#13;
kuat baik dari masyarakat, pemerintah, dan swasta dalam menangani kasus ini. Tujuan:&#13;
penelitian ditujukan untuk mengkaji mekanisme yang tepat dalam penanganan ODGJ&#13;
terlantar di Kabupaten Muara Enim, dengan menggunakan konsep Collaborative&#13;
Governance serta mengetahui faktor pendorong dan juga faktor penghambatnya. Teori&#13;
yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah Teori Collaborative Governance&#13;
yang dicetuskan oleh Ansell dan Gash. Metode: Dalam proses pengkajian peneliti&#13;
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni&#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil kajian yang peneliti&#13;
lakukan pada penelitian ini didapati bahwa eksklusivitas masing-masing sektor dan&#13;
kondisi sumber daya yang berbeda, yang dipertemukan dengan objek masalah pada&#13;
penelitian ini yakni ODGJ terlantar, menjadi faktor utama dalam mendorong adanya&#13;
suatu tindak kolaboratif antara masing-masing sektor dalam menangani masalah ODGJ&#13;
terlantar ini. Namun disamping faktor pendorong tersebut, masih ditemukan faktor&#13;
penghambat seperti pengalokasian dana dalam penanganan ODGJ terlantar ini oleh&#13;
masing-masing sektor dan adanya permasalahan dasar seperti sulitnya upaya&#13;
mengendalikan kondisi emosional dari pengidap saat diamankan serta belum ada SOP&#13;
khusus dalam hal penanganan masalah ini. Masalah-masalah ini dapat menjadi faktor&#13;
yang mengganggu kelancaran tindak kolaboratif antar sektor yang akan dilaksanakan.&#13;
Maka dari itu, perlu adanya perhatian khusus oleh masing-masing sektor dalam&#13;
menghadapi masalah ini agar tidak menjadi kendala berkepanjangan dalam upaya&#13;
kolaboratif yang dilaksanakan dalam penanganan ODGJ terlantar itu sendiri.&#13;
Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, diketahui tindak kolaboratif dalam&#13;
penanganan ODGJ terlantar sudah dapat dilaksanakan, namun lintas sektoral yang&#13;
terlibat masih perlu memperhatikan langkah komprehensif dalam menangani faktor&#13;
penghambat yang telah peneliti jabarkan pada penelitian ini.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
