<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193152</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260204125951</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000236</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS PENYELESAIAN PERMASALAHAN POLITIK  UANG DALAM PEMILU (Studi Kasus Perbandingan Penerapan  Desa Anti Politik Uang di Kabupaten Kudus) :</subfield>
      <subfield code="b">Studi Kasus Perbandingan Penerapan  Desa Anti Politik Uang di Kabupaten Kudus /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Bagas Setiawan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Bagas Setiawan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16565</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Fadhli Zul Fauzi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.959 826 61</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.959 826 61 MUH a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">perilaku pemilih</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Penulis berfokus pada tingginya angka kasus politik uang &#13;
saat pemilu tahun 2019, lalu adanya kasus korupsi yang dilakukan oleh bupati &#13;
terpilih sebanyak 2 (dua) kali, kemudian penulis meneliti bagaimana kondisipraktik politik uang saat proses pemilu serentak tahun 2024. Tujuan: Tujuan dari &#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program Desa &#13;
Anti Politik Uang oleh Bawaslu Kabupaten Kudus dalam menyelesaikan &#13;
permasalahan politik uang yang terjadi saat pemilihan umum. Metode: penelitian &#13;
ini menggunakan metode kuakitatif deskriptif dengan pendekatan secara induktif &#13;
dengan analisis data menggunakan metode studi kasus komparatif dan &#13;
menggunakan teori pendidikan politik menurut Pahlevi dan Amrurobbi &#13;
(pendidikan politik pre-emtif dan preventif). Teknik pengumpulan data dilakukan &#13;
dengan wawancara mendalam (15 informan), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: &#13;
Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu tindak kecurangan saat &#13;
proses pemilu mengalami penurunan dari tahun 2019 ke tahun 2024, proses &#13;
pelaksanaan program Desa Anti Politik Uang yang sudah baik walaupun belum &#13;
massif ke seluruh desa di Kabupaten Kudus, masyarakat yang sudah mengerti &#13;
bahaya politik uang, adanya program Desa Anti Politik Uang, Desa Pengawas &#13;
Pemilu sebagai pendidikan politik secara pre-emtif. Kesimpulan: Dampak yang &#13;
ditimbulkan dari program Desa Anti Politik Uang yaitu masyarakat sudah &#13;
mengerti bahaya politik uang, terjadinya penurunan pelanggaran pemilu dari &#13;
tahun 2019 (47 pelanggaran) ke tahun 2024 (27 pelanggaran). Penyelesaian &#13;
permasalahan politik uang yakni dengan sosialisasi pendidikan politik uang, &#13;
membuat panitia pengawas pemilu serta sinergitas antara lembaga terkait seperti &#13;
KPU, Bawaslu, dan Kesbangpol Kabupaten Kudus. Tantangan yang dihadapi &#13;
yaitu kualitas sumber daya manusia yang masih belum merata, kurangnya &#13;
pendanaan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
