<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193175</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260204013355</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000259</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PADA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Rizki Purnama Ramdani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rizki Purnama Ramdani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18 :</subfield>
      <subfield code="b">ilust ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19132</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Suripto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.345 986</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.345 986  RIZ i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pelayanan Terpadu Satu Pintu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pernyataan Masalah/Latar Belakang (GAP): Penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu di&#13;
Provinsi Nusa Tenggara Barat yang masih belum optimal karena kurangnya ketersediaan sumber&#13;
daya manusia dan fasilitas yang masih belum memadai. Tujuan: Untuk mengetahui dan&#13;
menganalisis Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pada&#13;
Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mengetahui serta menganalisa faktor-faktor pendukung dan&#13;
penghambat Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pada&#13;
Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mengetahui serta menganalisa upaya yang perlu dilakukan guna&#13;
mengatasi faktor-faktor penghambat pada ImpIementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan&#13;
Terpadu Satu Pintu Pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Aspek yang dilihat berdasarkan dari teori&#13;
Purwanto dan Sulistyastuti (2012:85) faktor penentu dari implementasi kebijakan dipengaruhi oleh&#13;
kualitas kebijakan itu sendiri, kecukupan input kebijakan, ketepatan instrumen yang dipakai untuk&#13;
mencapai tujuan kebijakan, kapasitas implementor, karakteristik dan dukungan kelompok sasaran,&#13;
kondisi lingkungan geografi, sosial, ekonomi, dan politik. Metode: Metode penelitian yang&#13;
digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif, teknik&#13;
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara , observasi dan dokumentasi.Hasil:&#13;
ImpIementasi Kebijakan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu pada Provinsi Nusa&#13;
Tenggara Barat sudah berjalan cukup baik namun masih belum optimal dikarenakan masih adanya&#13;
kendala atau hambatan yang dihadapi. Kesimpulan: Hambatan yang ditemukan dalam penelitian&#13;
ini yaitu kurangnya fasilitas, jumlah pegawai , sosialisasi kebijakan dan alokasi anggaran. DaIam&#13;
menghadapi kendala dan hambatan tersebut pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus&#13;
meningkatkan fasilitas seperti laptop dan komputer, jumlah pegawai, sosialisai kebijakan dengan&#13;
mengikut sertakan dari pemerintaha terbawah yaitu pemerintah desa dan dukungan alokasi&#13;
anggaran sehingga ImpIementasi kebijakan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu tersebut&#13;
dapat terlaksana dengan optimal.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
