<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193188</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260204015447</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000272</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">TATA KELOLA PENGENDALIAN ANAK TERLANTAR DI KABUPATEN TANGERANG PROVINSI BANTEN /</subfield>
      <subfield code="c">Ripdah Alifa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ripdah Alifa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">ilust ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16992</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ripdah Alifa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.759 823 21</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.759 823 21  RIP t</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanganan Anak Terlantar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Jumlah anak terlantar di Kabupaten Tangerang&#13;
merupakan jumlah tertinggi di Provinsi Banten, sehingga diperlukannya peran pemerintah untuk&#13;
mengendalikan jumlah anak terlantar di Kabupaten Tangerang. Tingginya jumlah anak terlantar&#13;
di Kabupaten Tangerang berbanding lurus dengan kepadatan jumlah penduduk di Kabupaten&#13;
Tangerang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan terkait&#13;
faktor faktor yang menyebabkan tata kelola pengendalian anak terlantar di Kabupaten Tangerang&#13;
belum optimal serta menganalisis langkah yang tepat dalam pengendalian anak terlantar di&#13;
Kabupaten Tangerang Provinsi Banten Metode: Penelitian ini menggunakan paradigma&#13;
konstruktivisme mengandalkan data kualitatif dengan pendekatan induktif. Hasil/Temuan: Hasil&#13;
penelitian mendeskripsikan bahwa tata kelola pengendalian anak terlantar di Kabupaten&#13;
Tangerang masih belum berjalan secara optimal hal ini disebabkan masih terdapat faktor-faktor&#13;
penunjang pengendalian anak terlantar masih belum terpenuhi. Salah satu faktor penyebab belum&#13;
optimalnya tata kelola pengendalian anak terlantar di Kabupaten Tangeang yaitu keterbatasan&#13;
sumber daya baik dari Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana dan kualitas dari organisasi&#13;
pelaksana. Kesimpulan: Tata kelola pengendalian anak terlantar di Kabupaten Tangerang masih&#13;
belum berjalan secara optimal. Pada bagian akhir skripsi ini peneliti pengemukakan beberapa&#13;
saran untuk menjadi masukan dari peneliti terkait pelaksanaan tata kelola pengendalian anak&#13;
terlantar di Kabupaten Tangerang</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
