<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193233</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260204094622</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000317</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KOTA TANGERANG SELATAN PROVINSI BANTEN /</subfield>
      <subfield code="c">Emiralda Maheswari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Emiralda Maheswari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19907</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Pratiwi Nurhascaryani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 232 3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 232 3 EMI i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanganan Masalah Stunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP): Strategi untuk meningkatkan pencegahan stunting akan lebih tepat jika&#13;
intervensi gizi spesifik serta intervensi gizi sensitif dilaksanakan secara berkesinambungan.&#13;
Berkesinambungannya penyampaian layanan memerlukan kolaborasi dalam setiap pelaksanaan&#13;
kegiatan mulai dari perencanaan hingga pemantauan untuk memberikan jaminan bahwa seluruh&#13;
pelayanan intervensi gizi dapat dilaksanakan oleh sasaran terutama masyarakat yang tidak mampu.&#13;
Tujuan: untuk mengetahui implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang&#13;
Selatan Provinsi Banten, faktor penghambat implementasi kebijakan penanggulangan stunting di&#13;
Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, dan Upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi&#13;
faktor penghambat dalam implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang&#13;
Selatan Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan&#13;
pendekatan deduktif, pengumpulan data yang digunakan ialah data primer, yang bersumber kepada&#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data,&#13;
penyajian data dan pengambilan kesimpulan menggunakan teknik triangulasi. Hasil/Temuan:&#13;
2&#13;
Kebijakan yang ditetapkan untuk menanggulangi stunting di Tangerang Selatan dituliskan dengan&#13;
jelas dan ditetapkan sejalan dengan kebijakan yang ada. Dinas Kesehatan Tangerang Selatan&#13;
mampu melaksanakan sikap yang tepat untuk menanggulangi stunting. Dinas Kesehatan&#13;
Tangerang Selatan dapat bekerja sama untuk menentukan kebijakan yang tepat dalam&#13;
menanggulangi stunting. Kesimpulan: Faktor penghambat dalam implementasi kebijakan&#13;
penanggulangan stunting di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten yaitu kurangnya anggaran&#13;
sehingga kebijakan belum dapat terlaksana dengan maksimal. Upaya untuk mengatasi faktor&#13;
penghambat dalam implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kota Tangerang Selatan&#13;
Provinsi Banten adalah Meningkatkan ketersediaan anggaran dengan bekerja sama dengan&#13;
pemangku kepentingan lainnya.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
