<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193238</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260204095903</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000322</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KOLABORASI AKTOR PENTAHELIX DALAM MENGURANGI DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN NIKEL DI KABUPATEN KOLAKA /</subfield>
      <subfield code="c">Gusti Putu Yuda Wirashana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Gusti Putu Yuda Wirashana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18230</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Meliasta Hapri Tarigan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.730 959 848 21</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.730 959 848 21 GUS k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Permasalahan Lingkungan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP): Eksploitasi sumber daya alam di Kabupaten Kolaka, terutama&#13;
pertambangan nikel, meningkat pesat tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Kolaborasi&#13;
aktor Pentahelix (pemerintah, bisnis, akademisi, komunitas, media) dalam mitigasi&#13;
kerusakan lingkungan belum dipahami dengan baik. Tujuan: Menilai kolaborasi aktor&#13;
Pentahelix dalam mengurangi dampak lingkungan pertambangan di Kabupaten Kolaka&#13;
menggunakan teori Friend dan Cook, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan&#13;
penghambat. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif, menggunakan&#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan&#13;
2&#13;
verifikasi. Hasil/Temuan: Kolaborasi Pentahelix di Kolaka belum optimal karena tidak&#13;
adanya regulasi formal seperti surat keputusan. Meskipun ada faktor pendukung, banyak&#13;
hambatan yang menghalangi efektivitas kolaborasi. Kesimpulan: Diperlukan kebijakan atau&#13;
surat keputusan formal untuk mengatur kolaborasi multiaktor di Kolaka, sehingga hambatan&#13;
dapat diminimalisir dan aktor dapat berperan lebih efektif dalam mitigasi kerusakan&#13;
lingkungan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
