<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193247</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205122114</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000331</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">HAMBATAN KETERPILIHAN PEREMPUAN DALAM POLITIK LOKAL:  ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN  WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 :</subfield>
      <subfield code="b">ANALISIS KEGAGALAN ENDANG KUSUMAWATY DALAM PEMILIHAN  WALIKOTA KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2018 /</subfield>
      <subfield code="c">Ariq Abrar Assidqi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ariq Abrar Assidqi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">ILUS ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17839</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Teguh Ilham</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.623 598 163 11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.623 598 163 11 ARI h</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Perempuan Dalam Politik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 &#13;
tentang Hak Asasi Manusia (HAM) Pasal 43 ayat (1) yang menyatakan bahwa “setiap warga &#13;
negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak &#13;
melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sesuai dengan &#13;
ketentuan peraturan perundang-undangan”. Ini menandakan baik laki-laki maupun perempuan &#13;
mempunyai kesempatan yang sama dalam sebuah pemilihan. Tetapi, faktanya hingga saat ini, &#13;
perempuan belum pernah terpilih sebagai walikota. Padahal, sudah beberapa kali perempuan &#13;
mencoba untuk mengikuti kontestasi kepala daerah di Kota Pangkalpinang. Tujuan: Penelitian &#13;
ini bertujuan mengetahui proses kandidasi perempuan menjadi kepala daerah dan hambatan &#13;
keterpilihannya pada Pilkada Pangkalpinang 2018. Metode: Dalam penelitian ini, peneliti &#13;
menggunakan metode penelitian kualitatif yang difokuskan pada pendekatan deskriptif. &#13;
Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan terhadap penelitian tersebut, dapat &#13;
diketahui bahwa terdapat 3 hambatan yang menghambat terpilihnya perempuan, dalam kasus &#13;
ini adalah Endang Kusumawaty, dalam Pilkada Pangkalpinang 2018. Pertama, masih kurang &#13;
dikenalnya calon walikota perempuan tersebut oleh masyarakat Pangkalpinang. Kedua, budaya &#13;
patriarki dan politik uang yang masih melekat pada sebagian masyarakat Pangkalpinang. &#13;
Ketiga, kekuatan finansial tim Endang Kusumwaty-Ismiryadi yang dinilai masih kurang. Dari &#13;
ketiga hambatan ini, ketika digabungkan menjadi hambatan besar yang membuat perjalanan &#13;
Endang Kusumwaty-Ismiryadi di kontestasi kepala daerah Kota Pangkalpinang terhenti. &#13;
Kesimpulan: Untuk mengatasi hambatan keterpilihan perempuan di Kota Pangkalpinang, &#13;
diperlukan beberapa Langkah yang dapat dilakukan baik kepada calon perempuan maupun &#13;
partai politik. Calon perempuan perlu mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan perempuan &#13;
serta partai politik juga dapat meningkatkan pendidikan politik baik kepada kader perempuan &#13;
mereka maupun masyarakat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
