<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193257</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205091001</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000341</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN PADA ANAK DI KOTA PAREPARE PROVINSI SULAWESI SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Onny Tamy Putri Alcantari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Onny Tamy Putri Alcantari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">19 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17117</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Udaya Madjid</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">364.155 545 984 752</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">364.155 545 984 752 ONN s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kekerasan Terhadap Anak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kekerasan pada anak di Kota Parepare sudah sangat&#13;
memprihatinkan karena tiap tahun angka kasus kekerasan pada anak meningkat. Kota Parepare&#13;
merupakan urutan ketiga Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki jumlah&#13;
kasus kekerasan pada anak tertinggi, pada tahun 2023 menjadi Kabupaten/Kota yang paling&#13;
signifikan kenaikan kasus kekerasan pada anak. Padahal Kota Parepare pada tahun 2022 meraih&#13;
penghargaaan sebgai Kota Layak Anak Kategori Nindya yang diberikan Oleh Kementerian&#13;
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Permasalahan tersebut wajib ditangani&#13;
secepatnya demi anak – anak sebagai genarasi penerus bangsa karena menjadi ancaman bagi&#13;
anak – anak yaitu kasus kekerasan menunjukan peningkatan setiap tahunnya. Oleh karena itu,&#13;
Pemerintah menyelenggarakan strategi penanganan korban kekerasan terhadap anak pada&#13;
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sehingga peneliti tertarik untuk&#13;
melakukan penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan&#13;
menganalisis strategi penanganan kasus kekerasan terhadap anak, faktor-faktor yang&#13;
menghambat dan mendukung, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam&#13;
penanganan kasus kekerasan terhadap anak oleh DP3A Kota Parepare. Metode: Penelitian&#13;
dilakukan menggunakan teori strategi menurut James Brian Quinn dengan metode penelitian&#13;
deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi&#13;
langsung, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian yaitu berdasarkan teori strategi&#13;
Quin ada 3 dimensi yaitu tujuan, kebijakan, dan program. Dimensi tujuan belum terlaksana&#13;
karena indikator peranan masyarakat dan penurunan kasus belum maksimal. Dimensi&#13;
kebijakan belum terlaksana karena indikator perumusan dan penilaian Peraturan tentang&#13;
perlindungan anak belum maksimal. Dimensi Program belum terlaksana karena indikator&#13;
program pemenuhan hak anak dan perlindungan anak belum maksimal. Kesimpulan: Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh DP3A Kota Parepare dalam&#13;
penanganan kasus kekerasan terhadap anak belum terlaksana secara optimal karena beberapa&#13;
indikator yang belum terpenuhi. Adapun faktor penghambat yaitu 1) terbatasnya tenaga ahli,&#13;
2) regulasi yang sudah terlalu lama dan tidak ada lagi menimbulkan efek jera pada pelaku, 3)&#13;
masih kurangnya fasilitas penunjang penanganan, 4) belum optimalnya sosialisasi, dan 5)&#13;
tingkat pemahaman masyarakat masih rendah. Adapun faktor pendukungnya, yaitu 1) adanya&#13;
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan 2) adanya&#13;
kolaborasi dengan Kepolisian dan Dinas Lainnya.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
