<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193264</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205092159</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000348</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH KOTA AMBON PROVINSI MALUKU :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Wisnu Jabarul Hakim</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Wisnu Jabarul Hakim</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19826</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Fitri Yul Dewi Marta</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 522 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 522 2 WIS i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Negara di daerah atau provinsi tertrentu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Ambon dengan&#13;
dasar penerapan SIPD belum optimal dijalankan oleh pegawai/SDM dalam mendukung digitalisasi pengelolaan&#13;
keuangan daerah kemudian adanya keterbatasan informasi atau pengetahuan dalam menjalankan aplikasi tersebut&#13;
yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengevaluasi implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) terhadap kinerja keuangan daerah di&#13;
Kota Ambon. Implementasi SIPD ini dilakukan sebagai respon terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor&#13;
70 Tahun 2019 yang mewajibkan pemerintah daerah untuk menggunakan SIPD dalam mengelola keuangan&#13;
daerah. Metode: Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan&#13;
induktif. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui proses wawancara&#13;
dan pengumpulan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara,&#13;
dan dokumentasi. Data-data yang telah terkumpul dianalisis sesuai model analisis Miles dan Huberman (Sugiyono,&#13;
2016) yang mencakup teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik purposive sampling&#13;
digunakan untuk menentukan sampel informan yang relevan dengan penelitian ini. Landasan teori yang peneliti&#13;
gunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teori menurut Laudon dan Laudon dengan 4 dimensi,&#13;
yaitu organisasi, manajemen, teknologi, dan keahlian. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
Kota Ambon telah mematuhi instruksi Kementerian Dalam Negeri terkait implementasi SIPD, namun&#13;
pelaksanaannya belum maksimal. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan kemampuan sumber daya&#13;
manusia, ketidaksempurnaan aplikasi yang masih dalam tahap pengembangan, dan keterbatasan informasi.&#13;
Kesimpulan: Upaya yang dilakukan termasuk sosialisasi aplikasi SIPD dan pemanfaatan aplikasi FMIS sebagai&#13;
alternatif. Disarankan untuk meningkatkan Bimbingan Teknis (Bimtek), pendampingan dari Kementerian Dalam&#13;
Negeri, serta penyempurnaan aplikasi SIPD agar fungsinya lebih optimal.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
