<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193272</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205094150</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000356</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL (PPNS) LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DALAM PENYIDIKAN TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS ANGKUTAN BATUBARA DI KOTA JAMBI PROVINSI JAMBI /</subfield>
      <subfield code="c">YULIA SASMITHA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">YULIA SASMITHA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18974</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Syaefullah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">388.359 815</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">388.359 815 YUL s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Lalu Lintas</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Batubara merupakan komoditas ekspor terbesar di Indonesia. Di&#13;
Provinsi Jambi, yang merupakan salah satu penghasil batubara terbesar di&#13;
Indonesia, terjadi proses pengangkutan batubara dari satu tempat ke tempat lain di&#13;
dalamnya. Namun, pengangkutan batubara ini menyebabkan masalah karena&#13;
melanggar aturan lalu lintas yang telah ditetapkan. Pelanggaran tersebut&#13;
mencakup jam operasional, tonase, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB),&#13;
dan administrasi atau dokumen kendaraan. Selain itu, angkutan batubara yang&#13;
seharusnya melewati jalan khusus, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Jambi&#13;
Nomor 4 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di&#13;
Kota Jambi, malah menggunakan jalan umum, yang memperparah situasi.Sebagai&#13;
upaya dalam penegakan hukum dan menjaga ketertiban serta kenyamanan&#13;
masyarakat, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Lalu Lintas dan Angkutan Jalan&#13;
(PPNS LLAJ) melakukan penyidikan untuk menemukan bukti-bukti pelanggaran&#13;
lalu lintas angkutan batubara. Dalam mewujudkan hal ini, diperlukan strategi yang&#13;
baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi PPNS LLAJ&#13;
dalam penyidikan terhadap pelanggaran lalu lintas angkutan batubara di Kota&#13;
Jambi. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif&#13;
dengan pendekatan induktif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPNS&#13;
LLAJ memiliki tujuan, kebijakan, dan program dalam penegakan hukum,&#13;
termasuk peraturan daerah di Kota Jambi, serta menciptakan ketertiban umum dan&#13;
ketentraman masyarakat. Namun, pada pelaksanaan penyidikan, terdapat beberapa&#13;
hambatan, seperti kurangnya pemahaman masyarakat terhadap hukum, belum&#13;
adanya jalan khusus yang dibangun, dan kurangnya jumlah personil PPNS LLAJ.&#13;
Kesimpulan : Strategi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lalu Lintas dan&#13;
Angkutan Jalan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan standar operasional&#13;
prosedur namun tetap humanis, disarankan untuk pemerintah menyediakan rest&#13;
area untuk angkutan batubara</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
