<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193277</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205095141</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000361</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK (KLA) KLASTER  PERLINDUNGAN KHUSUS DI KOTA PADANG /</subfield>
      <subfield code="c">Athaya Salsabilla Pamarito</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Athaya Salsabilla Pamarito</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">17 :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17050</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ahmad Averus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.709 598 137</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.709 598 137 ATH i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Layanan kepada Anak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fokus permasalahan dalam penelitian ini &#13;
yaitu pada Program Kota Layak Anak (KLA) yang menunjukkan bahwa Kota Padang &#13;
telah meraih penghargaan peringkat utama dalam Kota Layak Anak tetapi kasus &#13;
kekerasan anak masih cukup tinggi di daerah tersebut. Hal ini menjadi permasalahan &#13;
serius yang harus segera diatas agar hak anak dapat dipenuhi dan terlindungi. Tujuan: &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Kota Layak &#13;
Anak (KLA) klaster perlindungan khusus di Kota Padang, dan mendeskripsikan faktor &#13;
pendukung dan penghambat yang mempengaruhi implementasi kebijakan, serta upaya &#13;
pemerintah dalam mengatasi faktor penghambat dalam pelaksanaan program Kota &#13;
Layak Anak klaster perlindungan khusus di Kota Padang. Metode: Metode penelitian &#13;
yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik &#13;
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori &#13;
implementasi kebijakan menurut George C. Edward III dengan empat indikator, yaitu &#13;
komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa masih terdapatnya beberapa faktor penghambat dalam &#13;
pelaksanaan implementasi kebijakan Kota Layak Anak (KLA) meliputi sosialisasi &#13;
yang kurang optimal, keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kesadaran &#13;
masyarakat akan pentingnya Kota Layak Anak, dan kurangnya koordinasi antar Satuan &#13;
Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Untuk mengatasi faktor penghambat tersebut &#13;
dibutuhkan upaya pemerintah, yaitu melakukan evaluasi mendalam terhadap &#13;
implementasi kebijakan, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan &#13;
seminar terbuka, meningkatkan koordinasi antar SKPD, serta melakukan evaluasi dan &#13;
monitoring secara berkala untuk meningkatkan kinerja koordinasi antar SKPD. &#13;
Kesimpulan: Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak (KLA) Klaster Perlindungan &#13;
Khusus di Kota Padang berdasarkan teori George C. Edward III belum berjalan dengan &#13;
optimal, terdapat beberapa indikator yang telah mencapai keberhasilan seperti, &#13;
indikator sumber daya manusia, disposisi, dan struktur birokrasi, kemudian pada &#13;
indikator komunikasi ini belum maksimal dan sumber daya berupa fasilitas sarana dan &#13;
prasarana belum terpenuhi. Indikator klaster perlindungan khusus di Kota Padang &#13;
masih menunjukkan beberapa tantangan, yaitu kesadaran mengenai mekanisme &#13;
penanggulangan bencana bagi anak masih rendah di kalangan keluarga, penanganan &#13;
kasus anak yang berurusan dengan hukum dilakukan dengan pendekatan diversi yang &#13;
didampingi oleh DP3AP2KB Kota Padang, namun masih terdapat tantangan dalam &#13;
menyelesaikan kasus tersebut dengan pendekatan restorative.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
