<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193278</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205095517</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000362</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN  KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN   DI KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Jovi Jaya Pramudya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Jovi Jaya Pramudya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18714</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tjahjo Suprajogo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.370 959 834 41</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.370 959 834 41 JOV i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanggulangan Bahaya Kebakaran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Palangka Raya merupakan salah satu daerah yang &#13;
rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Kota Palangka Raya mengalami peristiwa kebakaran &#13;
hutan dan lahan hampir setiap tahunnya, terutama pada saat musim kemarau. Kota Palangka Raya &#13;
memiliki lahan gambut yang sangat luas yang berpotensi untuk dijadikan lahan pertanian dan &#13;
perkebunan. Karenanya, untuk memanfaatkan nilai guna lahan tersebut, masyarakat ataupun &#13;
perusahaan membuka lahan dengan cara membakarnya. Hal ini menjadi penyebab utama kebakaran &#13;
hutan dan lahan yang terjadi di Kota Palangka Raya. Untuk mengurangi hal tersebut, maka diperlukan &#13;
kebijakan penanggulangan bencana melalui kebijakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran &#13;
hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui &#13;
dan menganalisis serta mendeskripsikan faktor-faktor penghambat dalam implementasi kebijakan &#13;
pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya Provinsi &#13;
Kalimantan Tengah. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif &#13;
dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: &#13;
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebakaran hutan dan lahan di Kota &#13;
Palangka Raya masih belum optimal, hal ini bisa dilihat dari indikator jangkauan perubahan &#13;
menunjukkan bahwa pada tahun 2023 mengalami angka kenaikan kasus karhutla serta indikator &#13;
sumber daya perlu ada pembaharuan sarana dan prasarana dan juga masih kekurangan personil di &#13;
BPBD sehingga akan menghambat pada saat adanya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota &#13;
Palangka Raya. Kesimpulan: Pelaksanaan kebijakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran &#13;
hutan dan lahan di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah belum optimal, ditandai dengan &#13;
keterbatasan sumber daya seperti jumlah personel dan sarana prasarana yang tidak memadai serta &#13;
peningkatan kasus karhutla pada tahun 2023, di mana hambatannya adalah kurangnya sarana &#13;
prasarana dan SDM di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
