<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193294</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205102851</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000378</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2021-2022 :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Nagita Amadea Haryu, An</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nagita Amadea Haryu, An</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust. ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18269</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Marja Sinurat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336. 598 381 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">339. 598 381 2  NA a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Publik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kemandirian keuangan daerah merupakan isu penting dalam otonomi daerah&#13;
guna menjamin kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan, namun ketergantungan&#13;
daerah terhadap dana transfer dari pusat masih relatif tinggi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah&#13;
untuk menganalisis tingkat kemandirian keuangan daerah, faktor penghambat dan upaya yang dilakukan&#13;
untuk meningkatkan kemandirian keuangan daerah Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini&#13;
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis rasio teori keuangan&#13;
(Mahmudi 2019). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara semi terstruktur (11&#13;
informan) dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu,&#13;
rasio kemandirian keuangan daerah Kota Palangka Raya masih tergolong rendah, dengan pola hubungan&#13;
konsultif. Efektivitas pengelolaan PAD mencapai tingkat yang sangat efektif namun rasio&#13;
ketergantungan keuangan daerahnya sangat tinggi, derajat desentralisasi fiskal kategori rendah.&#13;
Efektivitas pajak masuk kategori efektif. Derajat kontribusi BMD masih rendah. Rasio hutang terhadap&#13;
pendapatan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Faktor-faktor penghambat kemandirian&#13;
keuangan daerah Kota Palangka Raya yakni, kurangnya upaya pemda dalam meningkatkan kesadaran&#13;
masyarakat untuk membayar pajak dan retribusi, pemanfaatan sumber daya alam yang belum optimal,&#13;
kualitas sumber daya manusia yang belum kompeten dan sarana prasarana yang kurang memadai. Upaya&#13;
yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Palangka Raya untuk meningkatkan kemandirian keuangan&#13;
daerah, yakni sosialisasi wajib pajak kepada masyarakat, peningkatan sistem pelayanan berbasis digital,&#13;
rapat evaluasi kerja sama daerah dalam rangka strategi pemanfaatan SDA secara optimal, pelatihan&#13;
untuk meningkatkan kompetensi pegawai, serta penambahan anggaran untuk meningkatkan sarana dan&#13;
prasarana. Kesimpulan: Kota Palangka Raya belum dapat dikategorikan sebagai daerah yang mandiri sebab&#13;
kergantungan terhadap dana pusat masih tinggi dan PAD yang relatif kecil jika dibandingkan dengan dana&#13;
transfer dalam membiayai sistem pemerintahannya. Untuk meningkatkan kemandirian keuangan Kota Palangka&#13;
Raya, disarankan untuk diversifikasi sumber pendapatan, optimalisasi pajak retribusi dan SDA, peningkatan&#13;
efisiensi pengelolaan keuangan, dan penguatan keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan&#13;
keuangan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
