<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193310</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205110300</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000394</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN GOWA /</subfield>
      <subfield code="c">Umniatul Izzah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Umniatul Izzah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18575</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Riani Bakri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 509 598 477 3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 509 598 477 3 UMN c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Bencana Tanah Longsor</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Gowa merupakan &#13;
daerah yang didominasi oleh dataran tinggi yakni sekitar 72,26% yang menjadi &#13;
salah satu penyebab terjadinya tanah longsor. Dalam Indeks Risiko Bencana Tanah &#13;
Longsor Tahun 2022, Kabupaten Gowa berada pada kelas risiko tinggi untuk &#13;
kejadian tanah longsor. Tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa &#13;
menyebabkan kerusakan seperti jalan rusak yang berdampak pada siklus kehidupan &#13;
masyarakat hingga menyebabkan korban jiwa. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini &#13;
untuk mengetahui bagaimana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten &#13;
Gowa melakukan kolaborasi bersama para stakeholder dalam upaya &#13;
penanggulangan bencana tanah longsor di Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian &#13;
ini menggunakan teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Ansell &#13;
dan Gash pada tahun 2007. Teori yang memiliki 4 (empat) tahap dimensi yaitu &#13;
kondisi awal (starting condition), desain institusional (desain institusional), &#13;
kepemimpinan fasilitatif (facilitaive leadership), dan proses kolaborasi &#13;
(collaborative process). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
kolaborasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten &#13;
Gowa masih belum optimal. Masih ada beberapa hal yang menjadi penghambat &#13;
dalam menjalankan kolaborasi tersebut yakni masih kurangnya sarana dan &#13;
prasarana serta sumber daya manusianya. Kesimpulan: Adapun hal yang menjadi &#13;
saran serta masukan agar kolaborasi dapat berjalan lebih baik kedepannya yaitu &#13;
penambahan sumber daya manusia dan melengkapi sarana prasarana yang &#13;
digunakan dalam penanggulangan bencana tanah longsor baik dalam tahap &#13;
pencegahan, tanggap darurat dan pasca bencana.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
