<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193321</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205112848</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000405</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EVALUASI PROGRAM PENGENDALIAN KEMISKINAN   DI KOTA LANGSA PROVINSI ACEH /</subfield>
      <subfield code="c">Sultan Caesar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sultan Caesar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18396</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nur Ichsan Amin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.509 598 117 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.509 598 117 2 SUL e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Masalah dan Layanan untuk Orang Miskin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Program pengendalian kemiskinan merupakan &#13;
suatu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk merancang dan melaksanakan kebijakan, &#13;
program, serta tindakan yang bertujuan untuk mengurangi jumlah penduduk yang hidup dibawah &#13;
garis kemiskinan. Ada dua program pengendalian kemiskinan yang dijalankan oleh Dinas Sosial &#13;
Kota Langsa yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Pangan Non Tunai &#13;
(BPNT). Program Keluarga Harapan dalam pelaksanaannya sudah diatur dalam Permensos No. 1 &#13;
Tahun 2018, sedangkan pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah diatur &#13;
dalam Permensos No. 20 Tahun 2019. Dalam melakukan kegiatan evaluasi, penulis memperoleh &#13;
beberapa temuan masalah terhadap optimalisasi pelaksanaan kedua program tersebut, seperti &#13;
keterbatasan anggaran, format pelaksanaan BPNT yang tidak sesuai prosedur, kurangnya &#13;
kompetensi staff pelaksana program, sistem penginputan data masyarakat miskin yang belum &#13;
termutakhir, serta sikap masyarakat yang kurang mendukung. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini &#13;
adalah untuk mengetahui evaluasi program pengendalian kemiskinan di Kota Langsa, serta upaya &#13;
yang dilakukan oleh Dinas Sosial kedepannya dalam mengoptimalkan pelaksanaan program. &#13;
Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. &#13;
Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, obserbvasi, dan &#13;
dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. &#13;
Fokus dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori Daniel Stufflebeam yaitu Context, Input, &#13;
Process, Product. Hasil/Temuan : Berdasarkan hasil penelitian evaluasi yang dilakukan peneliti, &#13;
ditemukannya beberapa masalah yang cukup signifikan, serta hambatan dalam pelaksanaan teknis &#13;
PKH dan BPNT. Upaya yang dilakukan Dinas Sosial Kota langsa kedepannya dalam optimalisasi &#13;
pelaksanaan PKH dan BPNT di Kota Langsa meliputi beberapa langkah. Pertama, melakukan &#13;
pendekatan inklusif kepada masyarakat agar bantuan digunakan secara optimal. Kedua, &#13;
merencanakan perubahan format BPNT dari bantuan tunai menjadi sembako untuk mencegah &#13;
penyalahgunaan dan memastikan bantuan memenuhi kebutuhan dasar. Ketiga, mengevaluasi &#13;
sistem penginputan data masyarakat miskin untuk memastikan program tepat sasaran dan efektif. &#13;
Keempat, memanfaatkan fasilitas pendukung program yang ada serta berkomitmen untuk &#13;
memperbaiki kekurangan fasilitas guna mendukung pelaksanaan program secara efisien. Kelima, &#13;
mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Langsa untuk menyediakan pelatihan &#13;
pengembangan kompetensi bagi pelaksana PKH dan BPNT untuk meningkatkan kualitas &#13;
pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat. Kesimpulan : Dari kegiatan evaluasi &#13;
yang dilakukan oleh penulis dengan mempedomani teori yanag ada, penulis menyimpulkan bahwa  &#13;
Pelaksanaan Program Pengendalian Kemiskinan  di  Kota Langsa  belum optimal, masih terdapat  &#13;
beberapa hambatan seperti ketidaksesuain prosedur pelaksanaan, kompetensi yang tidak dimiliki &#13;
para pelaksana, anggaran yang terbatas, serta sarana dan prasarana yang tidak mendukung.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
